Jumat, 24 April 2026

BMKG Ingatkan Potensi El Nino, Tana Toraja Waspada Kekeringan

Fenomena ini diperkirakan berlangsung bersamaan dengan musim kemarau, sehingga berpotensi

Tayang:
zoom-inlihat foto BMKG Ingatkan Potensi El Nino, Tana Toraja Waspada Kekeringan
Tribun Toraja/Anastasya Saidong Ridwan
FENOMENA EL NINO - Suasana arus lalu lintas Jalan Poros Kecamatan Bittuang, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (24/4/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026, termasuk di wilayah Tana Toraja. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026, termasuk di wilayah Tana Toraja.

Prakirawan BMKG Toraja, R Rayhand Cakraningrat, menjelaskan El Nino merupakan fenomena iklim alami yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di atas normal di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.

Kondisi ini menyebabkan melemahnya angin pasat dan berdampak pada perubahan pola curah hujan di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

BMKG memprediksi El Nino dengan intensitas lemah mulai terjadi pada April hingga Mei 2026, kemudian meningkat menjadi moderat pada Juni hingga Juli 2026.

Fenomena ini diperkirakan berlangsung bersamaan dengan musim kemarau, sehingga berpotensi memperparah kondisi kekeringan.

“Curah hujan diprediksi menurun dan musim kemarau berpotensi lebih panjang serta lebih kering dari kondisi normal,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Di wilayah Tana Toraja, dampak tersebut berpotensi dirasakan pada sektor pertanian dan ketersediaan air.

Penurunan curah hujan dapat mengurangi suplai air untuk kebutuhan rumah tangga maupun irigasi, serta meningkatkan risiko kekeringan pada lahan persawahan yang berpotensi berujung pada gagal panen.

Selain itu, debit sungai dan sumber mata air warga diperkirakan ikut menurun, sehingga meningkatkan risiko krisis air bersih.

Kondisi kering juga dapat memperbesar potensi kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, kondisi terkini di lapangan masih relatif aman.

Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Tana Toraja masih diguyur hujan, terutama pada sore hingga malam hari.

Lahan persawahan petani juga terpantau dalam kondisi baik dan belum terdampak kekeringan.

Rayhand menjelaskan, kondisi tersebut masih dipengaruhi dinamika cuaca jangka pendek.

“Beberapa hari terakhir masih terjadi hujan, sehingga kondisi sawah petani masih aman dari kekeringan,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved