Ayo ke Toraja
Makna Babi Warga Toraja
Ada wilayah yang membatasi jumlah babi yang dikurbankan dan ada yang tak terbatas.
TRIBUNTORAJA.COM - Bagi warga Toraja, babi bukan sekadar hewan kurban wajib dalam acara adat seperti Rambu Tuka' (ritual kehidupan/kegembiraan) atau Rambu Solo' (ritual kematian/kedukaan).
Lebih dari itu, esensi babi dalam acara adat suku Toraja juga bermakna perdamaian, relasionalitas, dan nilai ekonomis.
Sehingga, babi menjadi bagian tak terpisahkan dari siklus hidup orang Toraja.
Yekhonya FT Timbang dalam buku "Teologi Kontekstual dan Kearifan Lokal Toraja (2020)" menyebutkan, di Toraja tiap wilayah adat memiliki prinsip dan aturan tersendiri dalam pelaksanaan ritual yang mengurbankan babi.
Ada wilayah yang membatasi jumlah babi yang dikurbankan dan ada yang tak terbatas.
Wilayah adat Nonongan, Toraja Utara, misalnya.
Pemangku adat Ne' Rengnge Nonongan, Arni Lande, mengatakan di beberapa wilayah adat, babi wajib dalam jumlah banyak, tetapi ada wilayah adat yang membatasi.
"Kalau di Nonongan, saat mengadakan ritual adat Rambu Solo maupun Rambu Tuka, jumlah babi yang dipotong dibatasi jumlahnya,, itulah esensinya," ucapnya.(*)
| Permandian Talondo Kalimbuang Toraja Utara, Antara Kesegaran, Keindahan dan Mistis Baju Hitam |
|
|---|
| Disbudpar Sulsel Rilis 8 Event Wisata di Toraja 2024 |
|
|---|
| Rahasia Nikmat Kopi Toraja |
|
|---|
| Batang Pisang, Parutan Kelapa dan Daging Ayam Bersatu dalam Bambu, Lezatnya Pa'piong Toraja |
|
|---|
| Katokkon, Cabai Tak Terkenal Namun Istimewa dari Toraja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Ilustrasi-babi.jpg)