Ayo ke Toraja

Makna Babi Warga Toraja

Ada wilayah yang membatasi jumlah babi yang dikurbankan dan ada yang tak terbatas.

Editor: Imam Wahyudi
ist
Ilustrasi babi 

TRIBUNTORAJA.COM - Bagi warga Toraja, babi bukan sekadar hewan kurban wajib dalam acara adat seperti Rambu Tuka' (ritual kehidupan/kegembiraan) atau Rambu Solo' (ritual kematian/kedukaan).

Lebih dari itu, esensi babi dalam acara adat suku Toraja juga bermakna perdamaian, relasionalitas, dan nilai ekonomis.

Sehingga, babi menjadi bagian tak terpisahkan dari siklus hidup orang Toraja.

Yekhonya FT Timbang dalam buku "Teologi Kontekstual dan Kearifan Lokal Toraja (2020)" menyebutkan, di Toraja  tiap wilayah adat memiliki prinsip dan aturan tersendiri dalam pelaksanaan ritual yang mengurbankan babi.

Ada wilayah yang membatasi jumlah babi yang dikurbankan dan ada yang tak terbatas.

Wilayah adat Nonongan, Toraja Utara, misalnya.

Pemangku adat Ne' Rengnge Nonongan, Arni Lande, mengatakan di beberapa wilayah adat, babi wajib dalam jumlah banyak, tetapi ada wilayah adat yang membatasi.

"Kalau di Nonongan, saat mengadakan ritual adat Rambu Solo maupun Rambu Tuka, jumlah babi yang dipotong dibatasi jumlahnya,, itulah esensinya," ucapnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved