Ayo ke Toraja
Batang Pisang, Parutan Kelapa dan Daging Ayam Bersatu dalam Bambu, Lezatnya Pa'piong Toraja
Turun temurun, warga Toraja memanfaatkan batang pisang untuk membuat Pa'Piong, makanan tradisional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/PaPiong3red3.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, Provinsi Sulsel, batang pohon pisang adalah hidangan yang lezat.
Turun temurun, warga Toraja memanfaatkan batang pisang untuk membuat Pa'Piong, olahan tradisional yang dimasak dalam bambu.
Namun, tak sembarang batang pohon pisang yang bisa dipakai.
Hanya menggunakan batang dari tanaman pisang yang masih muda.
"Batang muda memberikan rasa dan aroma yang khas. Seratnya pun halus. Jadi, (bumbu) lebih mudah terserap sehingga nanti rasanya lebih enak," papar Margareth Rinti, warga Desa Lea, Makele, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.
Margareth melanjutkan, batang pohon pisang diolah bersama daging ayam bakar setengah matang dan parutan kelapa.
Ketiga bahan tersebut lalu dicampur bumbu racikan setempat.
"Bumbu terdiri dari bawang merah dan bawang putih yang ditumbuk halus, serta diberi garam secukupnya. Setelah itu, dicampur irisan jahe, serai, daun bawang, dan cabai," ujar Margareth.
Cara memasak Pa'Piong pun unik.
Daging ayam, kelapa, dan batang pohon pisang yang sudah tercampur bumbu dimasukkan ke dalam bambu ukuran sekitar 50 centimeter.
Setelah bambu terisi penuh, ujungnya ditutup daun pisang.
"Bambu lalu dibakar di atas bara api sampai ujung bambu mengeluarkan air yang berarti tanda sudah matang " terang Margareth.
Pa'Piong biasa disajikan saat acara-acara besar di Tana Toraja.
Selain menggunakan batang pohon pisang, menu itu juga memiliki beragam varian lainnya.
"Pa'Piong yang satu lagi diolah bersama daun mayana. Cara buatnya sama dengan Pa'Piong batang pisang, " kata Margareth.