Hamas dan Israel Sepakat Jeda Pertempuran
Kesepakatan tersebut dicapai setelah kabinet Israel menyetujui kesepakatan yang difasilitasi oleh Qatar hari Selasa, (21/11/2023) waktu Doha, di..
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Seorang-wanita-berdiri-di-rumah-yang-rusak-parah-setelah-di-bom-Israel.jpg)
Dalam 24 jam berikutnya, nama-nama tahanan Palestina yang akan dibebaskan akan diumumkan agar warga Israel dapat mengajukan banding ke pengadilan terhadap pembebasan mereka, menurut pejabat Israel yang memberikan keterangan kepada wartawan hari Selasa, (21/11/2023).
Israel bersumpah untuk melanjutkan perang sampai menghancurkan kemampuan militer Hamas dan mengembalikan semua tawanan.
Netanyahu mengatakan bahwa selama jeda, upaya intelijen akan dipertahankan, memungkinkan tentara untuk mempersiapkan langkah-langkah pertempuran berikutnya.
Baca juga: Israel Tuduh Hamas Jadikan Rumah Sakit sebagai Instrumen Perang
Dia mengatakan pertempuran akan terus berlanjut sampai "Gaza tidak akan mengancam Israel."
Pengumuman ini datang ketika pasukan Israel bertempur melawan militan Palestina di sebuah kamp pengungsian perkotaan di utara Gaza dan di sekitar Rumah Sakti Indonesia yang penuh sesak dengan pasien dan keluarga yang mencari perlindungan.
Kesepakatan ini tidak berarti berakhirnya perang, yang pecah pada 7 Oktober setelah militan Hamas menyerang melintasi perbatasan ke selatan Israel dan membunuh setidaknya 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menculik sekitar 240 orang lainnya.
(*)