Hamas dan Israel Sepakat Jeda Pertempuran
Kesepakatan tersebut dicapai setelah kabinet Israel menyetujui kesepakatan yang difasilitasi oleh Qatar hari Selasa, (21/11/2023) waktu Doha, di..
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Seorang-wanita-berdiri-di-rumah-yang-rusak-parah-setelah-di-bom-Israel.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, TEL AVIV - Israel dan Hamas dengan perantara Qatar hari ini, Rabu, (22/11/2023) mencapai kesepakatan untuk jeda pertempuran, pertukaran tawanan, dan akses penuh bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Gaza.
Kesepakatan tersebut dicapai setelah kabinet Israel menyetujui kesepakatan yang difasilitasi oleh Qatar hari Selasa, (21/11/2023) waktu Doha, di mana Hamas akan membebaskan puluhan tawanan Israel sebagai imbalan untuk jeda empat hari dalam pertempuran di Gaza dan pembebasan puluhan warga Palestina yang ditahan di penjara di Israel.
Kesepakatan ini, jika dilaksanakan, akan menjadi kemajuan diplomatik terbesar dan jeda pertempuran utama pertama sejak perang dimulai, seperti yang dilaporkan oleh Axios, Rabu waktu Jakarta, (22/11/2023).
Menurut kesepakatan, Hamas akan membebaskan 50 dari sekitar 240 tawanan yang dipegang di Jalur Gaza selama periode empat hari, kata pemerintah Israel pada Rabu.
Pemerintah mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata satu hari lagi untuk setiap 10 tawanan yang dibebaskan.
Pemerintah mengatakan tawanan pertama yang akan dibebaskan adalah wanita dan anak-anak. Dalam fase pertama kesepakatan dua tahap ini, Hamas diharapkan akan membebaskan sekitar 50 wanita dan anak-anak Israel yang ditahan di Gaza, sementara Israel diharapkan akan melepaskan sekitar 150 tahanan Palestina.
Baca juga: Parlemen Afrika Selatan: Tutup Kedutaan Israel dan Bekukan Hubungan Diplomatik
Israel tidak akan melepaskan tahanan Palestina yang dihukum karena membunuh warga Israel, kata seorang pejabat keamanan Israel seperti laporan Associated Press, Rabu, (22/11/2023).
Sebagai bagian dari kesepakatan yang disetujui oleh Kabinet, Israel akan memperbolehkan sekitar 300 truk bantuan per hari masuk ke Gaza dari Mesir.
Lebih banyak bahan bakar juga akan diperbolehkan masuk selama jeda pertempuran, sesuai dengan pernyataan resmi Israel.
Baca juga: Pimpinan Militer dan Sipil Israel Pecah, Bingung Tentukan Langkah di Gaza