Kamis, 4 Juni 2026

Hamas dan Israel Sepakat Jeda Pertempuran

Kesepakatan tersebut dicapai setelah kabinet Israel menyetujui kesepakatan yang difasilitasi oleh Qatar hari Selasa, (21/11/2023) waktu Doha, di..

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Hamas dan Israel Sepakat Jeda Pertempuran
(Mohammed ABED / AFP)
Seorang wanita berdiri di rumah yang rusak parah setelah di bom Israel di Rafah di selatan Jalur Gaza pada 19 Oktober 2023. 

Dalam fase kedua, Hamas dapat membebaskan puluhan wanita, anak-anak, dan orang tua lainnya sebagai imbalan atas perpanjangan gencatan senjata oleh Israel selama beberapa hari lagi.

Keputusan Kabinet ini diambil setelah lebih dari lima jam diskusi tentang kesepakatan tersebut.

Belum jelas kapan kesepakatan akan dilaksanakan.

 

Baca juga: Waduh, Mike Tyson Hadiri Penggalangan Dana untuk Militer Israel

 

Lebih dari 240 orang, termasuk beberapa warga Amerika, diculik selama serangan teroris Hamas pada 7 Oktober.

Empat tawanan, termasuk dua warga Amerika, sejak itu telah dibebaskan, satu telah diselamatkan, dan dua lainnya ditemukan tewas.

Tiga menteri dari Partai Zionis sayap kanan jauh yang mengancam sebelum pertemuan untuk memberikan suara menentang kesepakatan, namun mengubah posisinya setelah mendengar penjelasan pejabat keamanan yang merekomendasikan untuk menyetujui kesepakatan, kata sumber yang mengetahui pertemuan tersebut seperti laporan Associated Press, Rabu, (22/11/2023)

 

Baca juga: MUI: Kami Tak Pernah Keluarkan Fatwa Haram untuk Produk yang Terafiliasi Israel

 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan di awal pertemuan Kabinet hari Selasa, (21/11/2023) bahwa perang akan terus berlanjut setelah jeda kesepakatan tawanan "sampai Hamas dihancurkan, semua tawanan dibebaskan, dan tidak ada yang bisa mengancam Israel di Gaza."

Netanyahu menekankan kepada kabinetnya, "Kita berada dalam kondisi perang, dan kami akan melanjutkan perang," kata Netanyahu, "Kita akan melanjutkan sampai kita mencapai semua tujuan kita."

Dia menambahkan telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam beberapa hari terakhir dan memintanya untuk membantu memperbaiki kesepakatan, "Ia membantu dan saya berterima kasih padanya."

 

Baca juga: Dokumen Rahasia Bocor, Israel Diduga Ingin Bangun Kanal Raksasa di Gaza

 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved