Kamis, 4 Juni 2026

Hamas dan Israel Sepakat Jeda Pertempuran

Kesepakatan tersebut dicapai setelah kabinet Israel menyetujui kesepakatan yang difasilitasi oleh Qatar hari Selasa, (21/11/2023) waktu Doha, di..

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Hamas dan Israel Sepakat Jeda Pertempuran
(Mohammed ABED / AFP)
Seorang wanita berdiri di rumah yang rusak parah setelah di bom Israel di Rafah di selatan Jalur Gaza pada 19 Oktober 2023. 

TRIBUNTORAJA.COM, TEL AVIV - Israel dan Hamas dengan perantara Qatar hari ini, Rabu, (22/11/2023) mencapai kesepakatan untuk jeda pertempuran, pertukaran tawanan, dan akses penuh bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Gaza.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah kabinet Israel menyetujui kesepakatan yang difasilitasi oleh Qatar hari Selasa, (21/11/2023) waktu Doha, di mana Hamas akan membebaskan puluhan tawanan Israel sebagai imbalan untuk jeda empat hari dalam pertempuran di Gaza dan pembebasan puluhan warga Palestina yang ditahan di penjara di Israel.

Kesepakatan ini, jika dilaksanakan, akan menjadi kemajuan diplomatik terbesar dan jeda pertempuran utama pertama sejak perang dimulai, seperti yang dilaporkan oleh Axios, Rabu waktu Jakarta, (22/11/2023).

 

 

Menurut kesepakatan, Hamas akan membebaskan 50 dari sekitar 240 tawanan yang dipegang di Jalur Gaza selama periode empat hari, kata pemerintah Israel pada Rabu.

Pemerintah mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata satu hari lagi untuk setiap 10 tawanan yang dibebaskan.

Pemerintah mengatakan tawanan pertama yang akan dibebaskan adalah wanita dan anak-anak. Dalam fase pertama kesepakatan dua tahap ini, Hamas diharapkan akan membebaskan sekitar 50 wanita dan anak-anak Israel yang ditahan di Gaza, sementara Israel diharapkan akan melepaskan sekitar 150 tahanan Palestina.

 

Baca juga: Parlemen Afrika Selatan: Tutup Kedutaan Israel dan Bekukan Hubungan Diplomatik

 

Israel tidak akan melepaskan tahanan Palestina yang dihukum karena membunuh warga Israel, kata seorang pejabat keamanan Israel seperti laporan Associated Press, Rabu, (22/11/2023).

Sebagai bagian dari kesepakatan yang disetujui oleh Kabinet, Israel akan memperbolehkan sekitar 300 truk bantuan per hari masuk ke Gaza dari Mesir.

Lebih banyak bahan bakar juga akan diperbolehkan masuk selama jeda pertempuran, sesuai dengan pernyataan resmi Israel.

 

Baca juga: Pimpinan Militer dan Sipil Israel Pecah, Bingung Tentukan Langkah di Gaza

 

Dalam fase kedua, Hamas dapat membebaskan puluhan wanita, anak-anak, dan orang tua lainnya sebagai imbalan atas perpanjangan gencatan senjata oleh Israel selama beberapa hari lagi.

Keputusan Kabinet ini diambil setelah lebih dari lima jam diskusi tentang kesepakatan tersebut.

Belum jelas kapan kesepakatan akan dilaksanakan.

 

Baca juga: Waduh, Mike Tyson Hadiri Penggalangan Dana untuk Militer Israel

 

Lebih dari 240 orang, termasuk beberapa warga Amerika, diculik selama serangan teroris Hamas pada 7 Oktober.

Empat tawanan, termasuk dua warga Amerika, sejak itu telah dibebaskan, satu telah diselamatkan, dan dua lainnya ditemukan tewas.

Tiga menteri dari Partai Zionis sayap kanan jauh yang mengancam sebelum pertemuan untuk memberikan suara menentang kesepakatan, namun mengubah posisinya setelah mendengar penjelasan pejabat keamanan yang merekomendasikan untuk menyetujui kesepakatan, kata sumber yang mengetahui pertemuan tersebut seperti laporan Associated Press, Rabu, (22/11/2023)

 

Baca juga: MUI: Kami Tak Pernah Keluarkan Fatwa Haram untuk Produk yang Terafiliasi Israel

 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan di awal pertemuan Kabinet hari Selasa, (21/11/2023) bahwa perang akan terus berlanjut setelah jeda kesepakatan tawanan "sampai Hamas dihancurkan, semua tawanan dibebaskan, dan tidak ada yang bisa mengancam Israel di Gaza."

Netanyahu menekankan kepada kabinetnya, "Kita berada dalam kondisi perang, dan kami akan melanjutkan perang," kata Netanyahu, "Kita akan melanjutkan sampai kita mencapai semua tujuan kita."

Dia menambahkan telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam beberapa hari terakhir dan memintanya untuk membantu memperbaiki kesepakatan, "Ia membantu dan saya berterima kasih padanya."

 

Baca juga: Dokumen Rahasia Bocor, Israel Diduga Ingin Bangun Kanal Raksasa di Gaza

 

Dalam 24 jam berikutnya, nama-nama tahanan Palestina yang akan dibebaskan akan diumumkan agar warga Israel dapat mengajukan banding ke pengadilan terhadap pembebasan mereka, menurut pejabat Israel yang memberikan keterangan kepada wartawan hari Selasa, (21/11/2023).

Israel bersumpah untuk melanjutkan perang sampai menghancurkan kemampuan militer Hamas dan mengembalikan semua tawanan.

Netanyahu mengatakan bahwa selama jeda, upaya intelijen akan dipertahankan, memungkinkan tentara untuk mempersiapkan langkah-langkah pertempuran berikutnya.

 

Baca juga: Israel Tuduh Hamas Jadikan Rumah Sakit sebagai Instrumen Perang

 

Dia mengatakan pertempuran akan terus berlanjut sampai "Gaza tidak akan mengancam Israel."

Pengumuman ini datang ketika pasukan Israel bertempur melawan militan Palestina di sebuah kamp pengungsian perkotaan di utara Gaza dan di sekitar Rumah Sakti Indonesia yang penuh sesak dengan pasien dan keluarga yang mencari perlindungan.

Kesepakatan ini tidak berarti berakhirnya perang, yang pecah pada 7 Oktober setelah militan Hamas menyerang melintasi perbatasan ke selatan Israel dan membunuh setidaknya 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menculik sekitar 240 orang lainnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved