Perang Israel Palestina
Israel Tuduh Hamas Jadikan Rumah Sakit sebagai Instrumen Perang
Pada Senin, militer Israel merilis rekaman pasukan Hamas yang pindah ke sebuah rumah sakit anak-anak. Israel juga menunjukkan senjata yang mereka...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/o3erc.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Pertempuran antara Israel dan Hamas di sekitar rumah sakit memaksa ribuan warga Palestina mengungsi dari beberapa tempat yang dianggap aman di Gaza utara, Senin (13/11/2023).
Pertempuran ini membuat pasien, bayi baru lahir, dan perawat mereka yang terluka parah telantar karena persediaan alat medis yang menipis dan ketiadaan pasokan listrik.
Israel menuduh Hamas menggunakan rumah sakit sebagai perlindungan bagi para pejuangnya.
Pada Senin, militer Israel merilis rekaman pasukan Hamas yang pindah ke sebuah rumah sakit anak-anak.
Israel juga menunjukkan senjata yang mereka nyatakan ditemukan di dalamnya.
Selain itu, menurut Israel, kamar-kamar di ruang bawah tanah di rumah sakit digunakan Hamas untuk menyandera sekitar 240 orang yang mereka culik.
Baca juga: Artis Jefri Nichol dan Abdizar Al Ghifari Ikut Aksi Bela Palestina, Bakal Boikot Produk Pro Israel
“Hamas menggunakan rumah sakit sebagai instrumen perang,” kata Laksamana Muda Daniel Hagari, juru bicara utama angkatan darat Israel, sambil berdiri di ruangan Rumah Sakit Anak Rantisi.
Sementara itu, tembakan dan ledakan terjadi pada Senin di sekitar rumah sakit utama Kota Gaza, Al Shifa, yang telah dikepung oleh pasukan Israel selama berhari-hari.
Puluhan ribu orang telah meninggalkan rumah sakit dalam beberapa hari terakhir dan menuju ke Jalur Gaza selatan, termasuk sejumlah besar pengungsi yang berlindung di sana, serta pasien yang bisa pindah.
Baca juga: Indonesia-AS Makin Mesra, Presiden Jokowi Temui Joe Biden Bahas Kerjasama hingga Konflik di Gaza
Bagi warga Palestina, Al Shifa mengingatkan penderitaan warga sipil.