Kamis, 23 April 2026

Perang Israel Palestina

Tentara Israel Tolak Bertempur di Gaza, Tolak Kebijakan Perang

Salah satu tentara, Yotam Vilk, perwira di korps lapis baja Israel, mengungkapkan bahwa pengalaman traumatis selama bertugas terus menghantui dirinya.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Tentara Israel Tolak Bertempur di Gaza, Tolak Kebijakan Perang
Getty Images
ILUSTRASI. 

TRIBUNTORAJA.COM – Sejumlah tentara Israel menolak bertugas di Jalur Gaza, menyuarakan protes terhadap kebijakan perang yang mereka anggap melampaui batas etika.

Salah satu tentara, Yotam Vilk, perwira di korps lapis baja Israel, mengungkapkan bahwa pengalaman traumatis selama bertugas terus menghantui dirinya.

Vilk, 28 tahun, mengaku tak dapat melupakan peristiwa penembakan seorang remaja Palestina tak bersenjata di Gaza, meski telah menyaksikan banyak kejadian serupa.

 

 

“Instruksi kami adalah menembak siapa pun yang memasuki zona penyangga tanpa izin. Saya melihat lebih dari 12 orang dibunuh, tetapi kematian remaja itu terus menghantui saya,” ujar Vilk, seperti dikutip dari The Associated Press.

Dia menyebut kebijakan militer Israel di Gaza sebagai alasan utama keputusannya menolak bertugas lagi.

“Kebijakan itu membuat kami memandang orang Palestina bukan sebagai manusia,” katanya.

 

Baca juga: Israel Akui Terlibat Pembunuhan Ismail Haniyeh, Ancam Serang Houthi

 

Gerakan Penolakan Tugas

Vilk adalah bagian dari kelompok kecil tentara Israel yang menentang konflik di Gaza.

Sekitar 200 tentara menandatangani surat pernyataan bahwa mereka akan menolak bertempur jika gencatan senjata tidak segera disetujui oleh pemerintah.

Penolakan ini mencuat di tengah meningkatnya tekanan terhadap Israel dan Hamas untuk mengakhiri konflik.

 

Baca juga: Norwegia Tolak Lawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026 sebagai Dukungan untuk Palestina

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved