Israel Akui Terlibat Pembunuhan Ismail Haniyeh, Ancam Serang Houthi
Sebelumnya, Israel tidak pernah secara resmi mengakui keterlibatan dalam kematian Haniyeh.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/31072024_Ismail_Haniyeh.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, TEL AVIV – Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, secara terbuka mengakui keterlibatan negaranya dalam pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, Iran, pada Juli 2024.
Pengakuan ini merupakan pernyataan resmi pertama dari pejabat tinggi Israel mengenai keterlibatan dalam operasi tersebut.
Pernyataan Katz disampaikan sebagai tanggapan atas serangan kelompok Houthi asal Yaman ke Tel Aviv baru-baru ini.
Katz memperingatkan bahwa pemimpin Houthi akan menghadapi nasib serupa dengan Haniyeh.
"Kami akan menghancurkan infrastruktur strategis dan menghabisi pemimpin mereka, seperti yang kami lakukan pada Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar, dan Hassan Nasrallah," kata Katz dalam wawancara televisi Israel, Senin (23/12/2024), sebagaimana dikutip dari Anadolu.
"Kami akan bertindak di Al-Hudaydah dan Sana'a seperti yang kami lakukan di Teheran, Gaza, dan Lebanon."
Baca juga: Norwegia Tolak Lawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026 sebagai Dukungan untuk Palestina
Sebelumnya, Israel tidak pernah secara resmi mengakui keterlibatan dalam kematian Haniyeh.
Pemimpin Hamas itu tewas setelah menghadiri pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Teheran pada 31 Juli 2024.
Pembunuhan tersebut memicu respons keras dari Iran, yang kemudian mengarahkan serangan balasan langsung ke wilayah Israel atas perintah Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.
Baca juga: Andil Israel dan Iran dalam Penggulingan Rezim Bashar Al-Assad di Suriah
| Dewan Keamanan PBB Setujui Rencana Damai di Gaza, Hamas Menolak Keras |
|
|---|
| Indonesia Siapkan 20 Ribu Tentara Jadi Pasukan Perdamaian di Gaza, Jadi Sorotan Media Israel |
|
|---|
| Ditanya soal Beda Sikap FIFA ke Israel dan Rusia, Gianni Infantino Malah Bersyukur |
|
|---|
| TNI Siapkan Pasukan Khusus untuk Misi Kemanusiaan di Gaza |
|
|---|
| Ketua NOC Indonesia Temui IOC di Swiss Bahas Penolakan Visa Atlet Israel |
|
|---|