Kesehatan
Daftar Enam Jenis Sayuran yang Tinggi Purin, Tak Cocok untuk Penderita Asam Urat
makanan tinggi purin termasuk sayuran tinggi purin perlu diketahui oleh penderita asam urat agar bisa dihindari untuk dikonsumsi
Kembang kol juga termasuk dalam sayuran tinggi purin yang konsumsinya sebaiknya dibatasi bagi penderita asam urat. Kembang kol dikenal sebagai sayuran yang padat nutrisi. Secara alami, kembang kol memiliki kandungan vitamin C dan sumber folat yang baik.
Batasan mengonsumsi kembang kol yang disarankan adalah 85 gram dan tidak boleh terlalu sering mengonsumsinya. Sebagai pengganti kembang kol, akan lebih aman jika mengonsumsi brokoli, karena sayuran berwarna hijau ini memiliki kadar purin yang rendah.
5. Kacang polong
Kacang polong sering dijumpai dalam sajian tumis-tumisan. Jenis sayuran renyah yang satu ini juga tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan. Batasan konsumsi yang aman adalah 85 gram dan tidak lebih dari lima kali dalam seminggu.
Agar asam urat aman terkendali, kita dapat menggantinya dengan sayuran lain yang lebih rendah purin seperti wortel, zucchini atau seledri batang yang lebih aman.
6. Asparagus
Terakhir, sayuran tinggi purin adalah asparagus. Asparagus mengandung purin yang sedang. Batasan konsumsinya disarankan tidak lebih dari 85 gram dalam sehari dan tidak lebih dari lima kali dalam seminggu.
Meski begitu, mengonsumsi asparagus sebagai sumber vitamin B-6, E dan C juga dapat dijadikan sebagai pola makan yang sehat.
Caranya yang paling aman adalah dengan mengombinasikan asparagus dengan sayuran lain seperti bawang-bawangan atau okra.
Apakah sayuran tinggi purin sebabkan asam urat naik?
Jamur kuping adalah salah satu sayuran tinggi purin Rumah Sakit Beth Israel Lahey Health Winchester merekomendasikan untuk membatasi konsumsi sayuran tinggi purin ini hingga tidak lebih dari setengah mangkuk per hari.
Meski demikian, belum ada beberapa studi yang menjelaskan secara pasti apakah sayuran tinggi purin dapat menyebabkan efek negatif yang sama seperti yang terjadi pada makanan tinggi purin lainnya.
Menurut laporan yang diterbitkan dalam Buletin Biologi dan Farmasi pada Mei 2014, sayuran dengan kandungan purin tinggi pun belum terbukti meningkatkan risiko asam urat.
Hal ini lantaran, kemungkinan kandungan purin dalam sayuran sebanyak tiga hingga empat kali lebih sedikit dibandingkan kandungan purin dalam daging.
Sementara itu, The Arthritis Foundation menambahkan bahwa hal ini mungkin terjadi karena senyawa bermanfaat lainnya dalam sayuran, seperti antioksidan dan fitokimia, mengimbangi potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh purin. (*)
Apakah Orang Dewasa Wajib Rutin Minum Obat Cacing? Ini Penjelasan Dokter |
![]() |
---|
Kopi Hitam Dinilai Lebih Aman bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Dokter |
![]() |
---|
5 Kegiatan Harian yang Dapat Menguras Tenaga Tanpa Disadari |
![]() |
---|
7 Makanan yang Bisa Lemahkan Daya Ingat, Nomor 1 Sering Dikonsumsi |
![]() |
---|
Tren Minum Kopi Campur Santan Kelapa: Sehat atau Beresiko? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.