Selasa, 21 April 2026

PMTI Peduli Ajak Pelajar Toraja Utara Lawan Narkoba

Dengan harapan para pelajar dapat memahami bahaya narkoba serta menjadi agen perubahan

Tayang:
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto PMTI Peduli Ajak Pelajar Toraja Utara Lawan Narkoba
Tribun Toraja/Zul Fadli
LAWAN NARKOBA - Sekda Toraja Utara, Salvius Pasang, memberikan sambutan sebelum membuka dialog pelajar 'Lawan Narkoba" di aula SMAN 1 Toraja Utara, Sulsel, Selasa (21/4/2026). 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Persatuan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Peduli, menggelar dialog bersama pelajar di aula SMAN 1 Toraja Utara, Selasa (21/4/2026). 

Dialog mengusung tema "Generasi Toraja Tangguh Lawan Narkoba Bangun Masa Depan" ini diikuti pengurus OSIS dari sebelas sekolah se-Toraja Utara. 

Pengurus Wilayah PMTI Toraja Utara, Brikken Linde Botting, menyampaikan  kegiatan ini bagian dari program sosial PMTI dalam merespons maraknya penyalahgunaan narkoba, khususnya di generasi muda.

Dengan harapan para pelajar dapat memahami bahaya narkoba serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan partisipasi semua pihak, termasuk pelajar, untuk mencegah narkoba agar tidak merusak generasi muda," ungkapnya dalam sambutannya, Selasa (21/4/2026).

PMTI menggandeng pihak kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Toraja Utara, Kejaksaan dan Pemerintah Daerah untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait dampak hukum dan sosial dari penyalahgunaan narkoba.

Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk menolak narkoba serta memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan zat terlarang di Toraja Utara.

Sekda Toraja Utara, Salvius Pasang, menekankan pentingnya kesadaran individu sebagai benteng utama dalam melawan narkoba.

"Narkoba ini tergantung pada diri kita masing-masing. Jadi jangan pernah mencoba, karena sekali mencoba akan berpotensi ketagihan hingga akhirnya terjerumus lebih jauh, bahkan menjadi pengedar," tegasnya saat sabutan pembukaan kegiatan.

Ia menjelaskan, banyak kasus penyalahgunaan narkoba berawal dari coba-coba atau pemberian gratis dari para pecandu, yang kemudian berkembang menjadi ketergantungan.

Kondisi ini tentu sangat berbahaya karena tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga berujung pada persoalan hukum.

Sekda juga menyoroti masih adanya tantangan dalam pemberantasan narkoba, khususnya dalam hal pembuktian hukum. 

Ia mengungkapkan bahwa aparat penegak hukum kerap mengalami kesulitan dalam mendapatkan barang bukti, meskipun informasi dari masyarakat sudah ada.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif dalam memerangi narkoba.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved