Siswa dan Orangtua di Toraja Utara Tanggapi Pemblokiran Akun Media Sosial Anak
Salah seorang siswa kelas XI SMA Kristen Barana’, Rely Sinala (17), mengaku memiliki pandangan
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Instagram-Aplikasi.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Kebijakan pembatasan penggunaan gadget dan media sosial bagi pelajar menuai beragam tanggapan dari siswa maupun orang tua di Toraja Utara, Sulsel.
Sebagian pihak menilai kebijakan tersebut penting untuk melindungi anak dari dampak negatif dunia digital.
Namun, pembatasan itu dinilai tetap harus mempertimbangkan kebutuhan siswa dalam mengakses informasi dan mendukung proses pembelajaran.
Salah seorang siswa kelas XI SMA Kristen Barana’, Rely Sinala (17), mengaku memiliki pandangan yang beragam terhadap kebijakan tersebut.
Menurutnya, teknologi saat ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
“Saya pribadi setuju, tetapi juga ada yang kurang saya setujui. Teknologi sekarang sudah menjadi bagian dari hidup kita,” ujarnya saat ditemui di Art Center Kota Rantepao, Senin (9/3/2026).
Rely menilai media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan memperluas pergaulan.
“Melalui media sosial kita bisa berteman dengan orang dari daerah lain. Kita juga bisa belajar dari sana,” katanya.
Ia mencontohkan, dirinya sering memanfaatkan platform seperti TikTok dan Instagram untuk mencari informasi yang membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.
“Saya sering menemukan konten pembelajaran bahasa Inggris di media sosial, dan itu membantu meningkatkan nilai saya di sekolah,” ungkapnya.
Meski demikian, Rely tetap mendukung adanya pembatasan penggunaan media sosial, terutama bagi anak yang masih berusia di bawah 17 tahun.
“Menurut saya boleh saja ada pembatasan, misalnya dibatasi jam penggunaannya atau dengan pengawasan dari orang tua,” ujarnya.
Ia juga mengaku sejauh ini belum pernah mengalami perundungan atau bullying selama bersekolah.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Albertinus, menilai penggunaan media sosial bagi anak sebenarnya dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara bijak.
Menurutnya, pembatasan memang diperlukan untuk mencegah anak terpapar konten negatif. Namun, akses terhadap sumber pembelajaran di internet juga perlu tetap terbuka.
| Disdik Toraja Utara Tetap Izinkan Penggunaan Gadget di Sekolah |
|
|---|
| Jumlah Pengguna Media Sosial di Indonesia Capai 180 Juta, Terbanyak Perempuan |
|
|---|
| Pakar Ingatkan Peran Orangtua Sangat Penting Saat Anak Menggunakan Media Sosial |
|
|---|
| Cara Bikin “Your Algorithm” di Instagram Story yang Lagi Viral, Simak Langkah-Langkahnya |
|
|---|
| Komdigi Cabut Pembekuan Izin Operasional TikTok di Indonesia |
|
|---|