Iptu Ruxon: Belum Ada Laporan Peredaran “Gas Tertawa” di Toraja Utara
Meski belum ada laporan, pihak kepolisian tetap akan melakukan penelusuran apabila ditemukan indikasi peredaran di lapangan.
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/whip-pink-3.jpg)
Menghirup nitrous oxide secara langsung dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.
Jika dilakukan berulang atau dalam jumlah besar, kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti:
-Pusing dan sakit kepala
-Sesak napas
-Jantung berdebar
-Kehilangan kesadaran
-Kesemutan dan mati rasa pada tangan atau kaki
-Sulit berjalan dan kelemahan otot
-Gangguan saraf hingga kelumpuhan
-Gangguan mental seperti cemas berlebihan, halusinasi, atau depresi
Dalam jangka panjang, penyalahgunaan nitrous oxide juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin B12, yaitu vitamin penting untuk kesehatan saraf dan sumsum tulang belakang.
Kekurangan vitamin ini berisiko menimbulkan kerusakan saraf permanen.
Selain itu, nitrous oxide memiliki suhu yang sangat dingin saat keluar dari tabung.
Menghirup gas ini secara langsung dapat menyebabkan luka dingin (frostbite) pada bibir, mulut, atau hidung.
Meskipun legal, Whip Pink dapat menimbulkan kebiasaan dan ketergantungan.