Senin, 13 April 2026

SPPG Rantepao 2 Pastikan Makanan MBG Fresh Dikonsumsi Siswa Toraja Utara

Untuk mencegah adanya ulat pada sayuran, dilakukan perendaman dengan air garam sebelum dimasak.

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto SPPG Rantepao 2 Pastikan Makanan MBG Fresh Dikonsumsi Siswa Toraja Utara
Lilis/Tribun Toraja
DAPUR MBG - Penampakan Kantor SPPG Dapur Rantepao 2 di samping Cafe Peleton Jl Jl Pongtiku, No 46, Karassik, Toraja Utara, Rabu (2/10/2025). Dapur Rantepao 2 memastikan kebersihan makanan yang mereka bagikan ke siswa. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Penemuan ulat dalam makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Makassar, menjadi perhatian serius. 

Mencegah hal serupa terjadi di Toraja Utara, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Rantepao 2, yang berlokasi di samping Cafe Peleton, Jl Pongtiku Nomor 46, Karassik, menerapkan sejumlah sistem pengolahan makanan agar tetap segar dan layak konsumsi.

Kepala SPPG Rantepao 2, Medi Bunga, menegaskan bahwa seluruh bahan makanan yang digunakan selalu dalam kondisi segar dan tidak pernah disimpan lama.

“Kami tidak pernah stok bahan makanan apalagi menyimpan di freezer. Semua bahan selalu fresh dan terlebih dahulu melalui pemeriksaan sebelum diolah,” ujar Medi melalui pesan WhatsApp, Selasa (2/10/2025).

Ia menjelaskan, bahan makanan dikirim setiap sore hari, kemudian diperiksa dan dibersihkan.

Proses memasak dimulai sejak subuh sekitar pukul 04.00 WITA.

Untuk mencegah adanya ulat pada sayuran, dilakukan perendaman dengan air garam sebelum dimasak.

Distribusi makanan ke sekolah dilakukan enam kali pengantaran, mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WITA.

Sementara khusus bagi ibu hamil, makanan diantar setiap Senin dan Kamis.

Dalam operasional dapur, sebanyak 47 karyawan terlibat mulai dari pengolahan bahan hingga distribusi.

Mereka bekerja dalam tiga shift sehingga dapur beroperasi penuh selama 24 jam.

“Dengan sistem kerja tiga shift, dapur kami tidak pernah kosong dalam satu kali 24 jam,” jelas Medi.

Saat ini, Dapur Rantepao 2 melayani 3.785 penerima manfaat.

Rinciannya, SMA Katolik (543 orang), SMA Kristen (790 orang), SMPN 1 Tikala (72 orang), SDN 1 (212 orang), SDN 4 (112 orang), SDN 7 (34 orang), SDN 8 (145 orang), serta ibu hamil, menyusui, dan balita sebanyak 211 orang.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved