Minggu, 3 Mei 2026

Kesehatan

Jangan Main HP dan Medsos Sebelum Tidur, Ini Bahaya yang Mengintai

Main media sosial sebelum tidur bisa mengganggu kualitas istirahat dan kesehatan mental. Cahaya layar, stres emosional, hingga kebiasaan...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Jangan Main HP dan Medsos Sebelum Tidur, Ini Bahaya yang Mengintai
Freepik
GANGGUAN TIDUR - Ilustrasi. Main media sosial sebelum tidur bisa mengganggu kualitas istirahat dan kesehatan mental. Cahaya layar, stres emosional, hingga kebiasaan doomscrolling membuat otak sulit rileks. 

 

Empat Faktor Utama yang Mengganggu Tidur

  1. Kewaspadaan Berlebihan (Presleep Arousal)
    Kebiasaan “doomscrolling” atau menelusuri berita negatif sebelum tidur membuat otak tetap siaga. Konten emosional seperti perdebatan politik atau kabar duka dapat meningkatkan stres dan menunda waktu tidur.
  2. Perbandingan Sosial
    Melihat kehidupan orang lain yang tampak “sempurna” di media sosial sering memicu rasa cemas dan rendah diri. Pikiran seperti “hidupku tidak sebagus mereka” memicu stres emosional yang berdampak pada sulit tidur.
  3. Kebiasaan Mengecek Notifikasi
    Kebiasaan mengecek media sosial sebelum tidur menyebabkan bedtime procrastination—penundaan waktu tidur. Otak terbiasa menunda istirahat hanya untuk “sekali lagi scroll.”
  4. Rasa Takut Tertinggal (FOMO)
    Keinginan terus terhubung dengan dunia maya membuat seseorang sulit menutup aplikasi. Perasaan takut ketinggalan informasi membuat tidur dianggap kurang penting dibanding pembaruan terbaru di linimasa.

Kombinasi faktor tersebut menjadikan media sosial bukan sekadar gangguan pasif, melainkan hambatan aktif bagi tidur berkualitas.

 

Baca juga: Riset Mahasiswa Unhas: Konten Eksploitasi Hewan di Media Sosial Terbanyak dari Indonesia

 

Tips Mengurangi Dampak Media Sosial Sebelum Tidur

Para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana agar otak dan tubuh dapat beristirahat optimal:

  1. Hindari konten emosional 30–60 menit sebelum tidur.
  2. Pisahkan area tidur dari aktivitas digital dan aktifkan mode Do Not Disturb.
  3. Kurangi kebiasaan scrolling tanpa tujuan. Sadari saat diri mulai membuka aplikasi tanpa alasan jelas.
  4. Bangun rutinitas santai seperti membaca buku, menulis jurnal, atau mendengarkan musik lembut.

Dengan kesadaran dan disiplin kecil, tidur bisa kembali menjadi waktu pemulihan yang utuh—bukan sekadar jeda di antara notifikasi.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved