Kamis, 30 April 2026

Bone Mencekam, Kepala Anggota Satpol PP Bocor Kena Lemparan, Bupati Keluar Daerah

Saat demo berlangsung, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, sedang tidak berada di Kantor Bupati Bone Jl. A Yani

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Bone Mencekam, Kepala Anggota Satpol PP Bocor Kena Lemparan, Bupati Keluar Daerah
wahda
UNJUK RASA RICUH - Aliansi Rakyat Bone demonstrasi menolak kenaikan PBB-P2, Selasa (19/8/2025). Aksi ini berakhir ricuh. 

TRIBUNTORAJA.COM - Unjuk rasa menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di depan kantor Bupati Bone, Sulsel, ricuh, Selasa (19/8/25).

Unjuk rasa dimulai siang dan berlangsung hingga malam.

Saat demo berlangsung, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, sedang tidak berada di Kantor Bupati Bone Jl. A Yani, Kecamatan Tanette Riatang Barat.

Ini kali ketiga demonstran berunjuk rasa yaitu.

Unjuk rasa pertama pada 12 Agustus kemudian 14 Agustus dan kemarin.

Aksi awalnya kondusif dan berubah tegang sekitar pukul 14.30 Wita.

Warga dan polisi saling dorong. Lemparan botol mineral melayang ke aparat.

Warga berhasil menjebol pagar besi dan masuk ke halaman kantor bupati.

Kericuhan mulai terjadi setelah sholat Magrib hingga Isya.

Lemparan batu mengarah ke polisi, Satpol PP, dan TNI.

Sejumlah polisi, TNI, dan Satpol PP dilaporkan terkena lemparan batu.

Ada di antara mereka mengalami lebam di muka.

Satpol PP dilaporkan paling banyak terluka. Apalagi mereka tak menggunakan pengaman.

Kepala salah satu anggota Satpol PP dilaporkan bocor.

Beberapa kali suara letusan terdengar menghalau massa. Polisi juga menembakkan gas air mata.

Kepala Dinas Kominfo Bone, Anwar, mengaku bupati dan wakil bupati sedang berada di luar Kota Watampone. 

Anwar membantah kenaikan PBB-P2 di Bone mencapai 300 persen. 

"Kenaikan PBB-P2 di Bone itu tidak mencapai 300 persen, itu hoax. Kenaikannya hanya 65 persen," tandasnya. 

Sementara Kepala Bappeda Bone, Angkasa, mengaku kenaikan PBB-P2 di Bone wajib dilakukan.. 

Angkasa juga mengaku jika nilai tanah naik, harga jual tanah juga akan meningkat. 

Sehingga akan membuat masyarakat untung. 

 Emak-emak juga tak tinggal diam. Mereka berbaur ke dalam barisan menolak kenaikan PBB.

“Kami ini ibu rumah tangga, beban hidup makin berat. Harga kebutuhan pokok naik, ditambah lagi pajak dinaikkan, makin susah kami,” ujar seorang emak-emak.

“Mana pak bupati? Keluarki pak bupati, kenapa dikasih naik lagi pajak. Beras sudah mahal, pajak naik lagi. Susahki begini,” tegasnya.

“Kami hanya ingin bertemu dengan bupati Bone menyampaikan penolakan atas kebijakan kenaikan PBB-P2," ujar seorang demonstran. 

Jendral Lapangan, Rafli Fasyah, mengaku meninggalkan pekerjaannya demi menyampaikan aspirasi.

Namun bupati dan wakil bupati tak mau menemuinya.

"Di mana tanggung jawab mereka sebagai pemimpin?,"ujar Rafli fasyah. 

Ketidakhadiran bupati dan wakil bupati menunjukkan sikap abai terhadap jeritan rakyat.

“Seharusnya mereka berdiri di depan rakyat, bukan bersembunyi di balik aparat," tambah Rafli fasyah.(wahda)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved