Kamis, 7 Mei 2026

Usai Kabupaten Pati, Giliran Bone Ricuh Akibat Keputusan Menaikkan PBB-P2

Mereka menuntut pembatalan kebijakan kenaikan PBB-P2 yang dinilai membebani warga di tengah kondisi ekonomi sulit.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Usai Kabupaten Pati, Giliran Bone Ricuh Akibat Keputusan Menaikkan PBB-P2
wahdah
PROTES PBB - Massa dari berbagai elemen di Kabupaten Bone menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Bone, Kamis (14/8/2025). Unjuk rasa menolak kenaikan PBB-P2 yang memberatkan masyarakat.  

TRIBUNTORAJA.COM - Gelombang protes menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) kini merembet ke Sulawesi Selatan.

Setelah kerusuhan di Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025), giliran Kabupaten Bone yang dilanda aksi ricuh pada Kamis (14/8/2025).

Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa memadati halaman Kantor Bupati Bone, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Mereka menuntut pembatalan kebijakan kenaikan PBB-P2 yang dinilai membebani warga di tengah kondisi ekonomi sulit.

Kericuhan pecah ketika massa memaksa maju menuju pintu masuk kantor bupati untuk menyampaikan aspirasi langsung.

Barikade polisi dan Satpol PP yang berjaga mencoba menahan, namun dorong-dorongan tak terhindarkan.

Suasana semakin panas saat botol air dilemparkan ke arah aparat, disusul teriakan kekecewaan karena Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman tak kunjung menemui massa.

“Banyak warga mengeluh, pajaknya naik sampai dua kali lipat. Ini tidak masuk akal,” teriak seorang orator melalui pengeras suara.

Aparat berulang kali mengimbau agar massa tidak anarkis.

Beberapa demonstran sempat menyiramkan air mineral ke arah petugas, namun bentrokan fisik besar berhasil dicegah.

Hingga aksi berakhir, bupati tetap tidak keluar, hanya perwakilan Pemkab yang menerima pernyataan sikap.

Massa berjanji akan kembali turun ke jalan jika tuntutan diabaikan.

Kericuhan di Bone ini mengikuti jejak Pati sehari sebelumnya, yang berakhir lebih parah.

Di Pati, bentrokan antara puluhan ribu warga dan aparat membuat 34 orang luka-luka, termasuk tujuh anggota Polri.

Polisi menangkap 11 orang yang diduga provokator, sebagian melempar batu, genteng, dan membakar mobil provos Polres Grobogan.

Aksi di Pati dipicu kebijakan Bupati Sudewo yang menaikkan PBB hingga 250 persen.

Meski kebijakan tersebut sudah dibatalkan, tuntutan agar Sudewo mundur tetap menggema.(wahdah)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved