Bupati Pati Bantah Mundur, Siap Hadapi Hak Angket DPRD

Ia mengaku telah mengecek langsung ke rumah sakit, kepolisian, dan dinas kesehatan, dan memastikan tidak ada korban meninggal.

|
Editor: Imam Wahyudi
kompas.com
DEMO RICUH - Aksi demo yang dilakukan warga Pati hari ini, Rabu (13/8/2025), berlangsung ricuh sekitar pukul 11.29 WIB, di kawasan sekitar alun-alun Pati. (Sumber: Tangkapan Layar YouTube KompasTV) 

TRIBUNTORAJA.COM - Bupati Pati, Sudewo, menegaskan dirinya tidak akan mundur dari jabatannya dan siap menghadapi proses hak angket yang digulirkan DPRD Kabupaten Pati.

Pernyataan ini disampaikan Sudewo usai aksi demonstrasi besar-besaran yang berujung ricuh di depan Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/25).

Dalam wawancara eksklusif dengan Pemimpin Redaksi Tribunjateng.com, Ibnu Taufik Juwariyanto, di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (13/8/2025), Sudewo memastikan kondisi daerah kini telah kembali normal.

“Kondisi normal, tidak ada yang berubah. Informasi di media sosial yang menyebut saya mundur itu hoaks,” tegasnya.

Terkait keputusan sidang paripurna DPRD yang membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket untuk menyelidiki kebijakan PBB-P2, Sudewo menyatakan menghormati langkah tersebut.

“Hak angket itu memang salah satu kewenangan DPRD. Saya menghormati dan siap hadir kapan pun jika dipanggil untuk memberikan keterangan,” ujarnya.

Sudewo juga membantah kabar yang menyebut ada korban jiwa dalam aksi ricuh tersebut.

Ia mengaku telah mengecek langsung ke rumah sakit, kepolisian, dan dinas kesehatan, dan memastikan tidak ada korban meninggal.

“Alhamdulillah, tidak ada korban. Semua yang sempat dirawat di rumah sakit kini sudah pulih,” jelasnya.

Menurut Sudewo, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.

Ia pun telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Pati.

“Ke depan, saya akan berbuat lebih baik dan berharap peristiwa seperti ini tidak terulang. Kabupaten Pati adalah milik kita semua, jadi harus kita jaga bersama agar tetap kondusif,” pungkasnya.

Penyebab Sudewo Didemo Warganya

Pemicu utama kemarahan warga adalah rencana Sudewo menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

Kebijakan ini dianggap sangat memberatkan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved