Minggu, 10 Mei 2026

Kesehatan

Cuaca Kemarau Basah Bisa Picu 4 Jenis Batuk Ini, Kenali Gejala dan Penanganannya

Musim kemarau basah dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Waspadai 4 jenis batuk yang umum terjadi saat cuaca tidak menentu, seperti batuk...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Cuaca Kemarau Basah Bisa Picu 4 Jenis Batuk Ini, Kenali Gejala dan Penanganannya
Freepik
BATUK - Ilustrasi. Musim kemarau basah dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Waspadai 4 jenis batuk yang umum terjadi saat cuaca tidak menentu, seperti batuk kering, basah, croup, dan paroksimal. 

TRIBUNTORAJA.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki musim kemarau basah, yang diprediksi berlangsung hingga Agustus 2025.

Kondisi cuaca yang tidak menentu ini menyebabkan peningkatan risiko penyakit saluran pernapasan, terutama batuk.

Melansir Healthline, batuk bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi kesehatan dan memiliki beberapa jenis. Penting untuk mengenali perbedaan jenis batuk agar dapat menentukan penanganan yang tepat.

Berikut adalah empat jenis batuk yang umum menyerang saat cuaca tak menentu.

 

 

1. Batuk Croup

Sering terjadi pada anak-anak usia balita, batuk croup disebabkan oleh pembengkakan saluran napas bagian atas.

Ciri khasnya adalah suara batuk menggonggong seperti anjing laut dan suara napas yang serak akibat pembengkakan kotak suara.

Kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas dan memerlukan perhatian medis jika gejalanya parah.

 

Baca juga: Ternyata Mudah, Ini Cara Usir Kutu Beras Pakai Bahan di Dapur

 

2. Batuk Basah

Batuk ini terjadi karena lendir di paru-paru, biasanya muncul bersama pilek, bronkitis, atau pneumonia.

Penderita merasa seperti ada lendir menetes ke tenggorokan, dan suara batuk terdengar “basah” atau berlendir.

Jika berlangsung lebih dari tiga minggu, terutama untuk dewasa, segera periksakan ke dokter karena bisa menjadi batuk kronis.

 

Baca juga: Waspada Bahaya Diet Ketat Berlebihan untuk Kesehatan, Bisa Bikin Botak hingga Kurang Gizi

 

3. Batuk Kering

Merupakan jenis batuk tanpa lendir, ditandai dengan rasa gatal atau tergelitik di tenggorokan.

Batuk kering biasanya terjadi karena infeksi saluran pernapasan atas, alergi, atau iritasi akibat perubahan suhu udara.

Meski terdengar ringan, batuk kering bisa berlangsung lama dan mengganggu tidur, terutama jika tidak segera ditangani.

 

Baca juga: Haruskah Jalan 10 Ribu Langkah per Hari Agar Tetap Sehat? Ini Penjelasannya

 

4. Batuk Paroksimal

Jenis batuk ini berulang, intens, dan tidak terkendali, sering membuat penderita kesulitan bernapas bahkan muntah.

Biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis, dikenal juga sebagai batuk rejan atau pertusis.

Batuk ini sangat menular melalui droplet dan bisa berlangsung hingga 10 minggu, memerlukan diagnosis dan pengobatan serius. 

 

Baca juga: Heboh Istilah Manusia Tikus di Kalangan Gen Z China, Apa Itu?

 

Waspada dan Jaga Kesehatan

Menghadapi cuaca pancaroba seperti sekarang, penting untuk menjaga daya tahan tubuh dengan:

  • Istirahat cukup
  • Konsumsi makanan bergizi
  • Cukupi cairan tubuh
  • Gunakan masker saat keluar rumah
  • Segera ke dokter jika batuk berlangsung lebih dari seminggu atau disertai sesak napas

Mengenali gejala sejak dini dan memahami jenis batuk yang dialami bisa menjadi langkah awal mencegah komplikasi lebih serius.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved