Kesehatan
Cuaca Kemarau Basah Bisa Picu 4 Jenis Batuk Ini, Kenali Gejala dan Penanganannya
Musim kemarau basah dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Waspadai 4 jenis batuk yang umum terjadi saat cuaca tidak menentu, seperti batuk...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-batuk-flu-sakit-6122023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki musim kemarau basah, yang diprediksi berlangsung hingga Agustus 2025.
Kondisi cuaca yang tidak menentu ini menyebabkan peningkatan risiko penyakit saluran pernapasan, terutama batuk.
Melansir Healthline, batuk bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi kesehatan dan memiliki beberapa jenis. Penting untuk mengenali perbedaan jenis batuk agar dapat menentukan penanganan yang tepat.
Berikut adalah empat jenis batuk yang umum menyerang saat cuaca tak menentu.
1. Batuk Croup
Sering terjadi pada anak-anak usia balita, batuk croup disebabkan oleh pembengkakan saluran napas bagian atas.
Ciri khasnya adalah suara batuk menggonggong seperti anjing laut dan suara napas yang serak akibat pembengkakan kotak suara.
Kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas dan memerlukan perhatian medis jika gejalanya parah.
Baca juga: Ternyata Mudah, Ini Cara Usir Kutu Beras Pakai Bahan di Dapur
2. Batuk Basah
Batuk ini terjadi karena lendir di paru-paru, biasanya muncul bersama pilek, bronkitis, atau pneumonia.
Penderita merasa seperti ada lendir menetes ke tenggorokan, dan suara batuk terdengar “basah” atau berlendir.
Jika berlangsung lebih dari tiga minggu, terutama untuk dewasa, segera periksakan ke dokter karena bisa menjadi batuk kronis.
Baca juga: Waspada Bahaya Diet Ketat Berlebihan untuk Kesehatan, Bisa Bikin Botak hingga Kurang Gizi
3. Batuk Kering
Merupakan jenis batuk tanpa lendir, ditandai dengan rasa gatal atau tergelitik di tenggorokan.
Batuk kering biasanya terjadi karena infeksi saluran pernapasan atas, alergi, atau iritasi akibat perubahan suhu udara.
Meski terdengar ringan, batuk kering bisa berlangsung lama dan mengganggu tidur, terutama jika tidak segera ditangani.
Baca juga: Haruskah Jalan 10 Ribu Langkah per Hari Agar Tetap Sehat? Ini Penjelasannya
4. Batuk Paroksimal
Jenis batuk ini berulang, intens, dan tidak terkendali, sering membuat penderita kesulitan bernapas bahkan muntah.
Biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis, dikenal juga sebagai batuk rejan atau pertusis.
Batuk ini sangat menular melalui droplet dan bisa berlangsung hingga 10 minggu, memerlukan diagnosis dan pengobatan serius.
Baca juga: Heboh Istilah Manusia Tikus di Kalangan Gen Z China, Apa Itu?
Waspada dan Jaga Kesehatan
Menghadapi cuaca pancaroba seperti sekarang, penting untuk menjaga daya tahan tubuh dengan:
- Istirahat cukup
- Konsumsi makanan bergizi
- Cukupi cairan tubuh
- Gunakan masker saat keluar rumah
- Segera ke dokter jika batuk berlangsung lebih dari seminggu atau disertai sesak napas
Mengenali gejala sejak dini dan memahami jenis batuk yang dialami bisa menjadi langkah awal mencegah komplikasi lebih serius.
(*)
batuk pilek
Batuk kering
Batuk berdahak
Batuk
pancaroba
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
BMKG
| Jangan Main HP dan Medsos Sebelum Tidur, Ini Bahaya yang Mengintai |
|
|---|
| Jangan Masukkan Bahan Makanan Ini ke Freezer, Bisa Rusak Tekstur dan Rasa |
|
|---|
| Apakah Orang Dewasa Wajib Rutin Minum Obat Cacing? Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| Kopi Hitam Dinilai Lebih Aman bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| 5 Kegiatan Harian yang Dapat Menguras Tenaga Tanpa Disadari |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.