Rabu, 20 Mei 2026

Jokowi Diusulkan Jadi Ketum PSI, Raja Juli Antoni Hanya Minta Doa

Isu Joko Widodo maju sebagai Ketua Umum PSI makin kuat menjelang Kongres Nasional PSI di Solo. Sekjen PSI Raja Juli Antoni hanya minta doa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Jokowi Diusulkan Jadi Ketum PSI, Raja Juli Antoni Hanya Minta Doa
TribunToraja/Freedy Samuel
FESTIVAL HUTAN - Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, disambut tarian bambu oleh anak-anak Toraja saat tiba di lokas Festival Hutan Toraja di Tandung Nanggala, Kecamatan Nanggala, Toraja Utara, Sulsel, Sabtu (14/6/2025). Pada kesempatan itu, Ia hanya minta doa terkait isu Joko Widodo maju sebagai Ketua Umum PSI makin kuat menjelang Kongres Nasional PSI di Solo. Sementara, Jokowi mengaku belum cukup dukungan dari DPW dan DPD. 

TRIBUNTORAJA.COM – Menjelang Kongres Nasional perdana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dijadwalkan digelar di Solo, Jawa Tengah, pada pertengahan Juli 2025, wacana bergabungnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke PSI semakin menguat.

Kongres tersebut disebut-sebut sebagai momentum krusial bagi arah politik dan konsolidasi internal PSI.

Salah satu isu hangat yang mengemuka adalah kemungkinan Jokowi maju sebagai Ketua Umum PSI.

 

 

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni memberikan pernyataan singkat saat berada di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, dalam kunjungan kerja di kawasan Perhutanan Sosial Tandung Nanggala Lestari pada Sabtu (14/6/2025).

Saat ditanya soal kemungkinan Jokowi masuk dalam bursa ketua umum PSI, Raja Juli tidak memberikan jawaban gamblang.

"Mohon doa dari rakyat Indonesia yang terbaik buat PSI, tapi juga terbaik bagi rakyat dan bangsa Indonesia," ujarnya, dilansir Kompas.com.

 

Baca juga: Kader PSI Sebut Jokowi Miliki Kriteria sebagai Nabi

 

Isu keterlibatan Jokowi dalam kepengurusan PSI memang sudah berhembus sejak beberapa bulan terakhir, dan makin menguat jelang kongres.

Beberapa elite PSI bahkan menyatakan peluang terbuka bagi tokoh besar untuk bergabung dan mengambil peran strategis di partai tersebut.

Di sisi lain, Jokowi juga buka suara.

 

Baca juga: Bahlil Bantah Keterlibatan Jokowi dan Iriana dalam Tambang Nikel Raja Ampat

 

Ia mengaku belum melakukan konsolidasi menyeluruh untuk mengukur dukungan dari struktur partai di tingkat daerah.

"Ya, saya belum turun ke bawah, dukungan dari DPW. DPW di provinsi, kemudian DPD di kabupaten atau kota juga. Satu dua sudah ada tapi belum cukup," kata Jokowi saat ditemui di Solo, Jumat (13/6/2025).

Menurutnya, dukungan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) menjadi syarat penting jika ingin maju dalam kontestasi pemilihan ketua umum.

 

Baca juga: Beredar Kabar Jokowi ke Jepang untuk Berobat, Ini Penjelasan Ajudan

 

Jokowi juga menjelaskan bahwa proses pemilihan Ketum PSI akan dilakukan secara daring menggunakan sistem e-voting.

"Melihat dukungan dari bawah seperti apa. Karena nanti itu voting online. Platformnya kan voting online. Jadi memang betul-betul harus dihitung benar. Harus berhitung betul," tegasnya.

Sebelumnya, nama Jokowi juga sempat dikaitkan dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), namun ia secara tegas menyatakan ketertarikannya pada PSI dan menolak untuk dicalonkan di PPP.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved