Rabu, 20 Mei 2026

Kader PSI Sebut Jokowi Miliki Kriteria sebagai Nabi

Ia juga menyindir pihak-pihak yang belum bisa menerima kenyataan bahwa masa jabatan Jokowi sebagai presiden telah berakhir

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Kader PSI Sebut Jokowi Miliki Kriteria sebagai Nabi
ist
Unggahan Kader PSI, Dedy Nur Palakka di akun X yang menyebut Jokowi miliki kriteria sebagai nabi. 

TRIBUNTORAJA.COM - Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), memiliki kriteria sebagai seorang nabi.

Pernyataan itu disampaikan Dedy melalui akun X (Twitter), Selasa (10/6/2025), sebagai respons terhadap warganet yang mengkritik Jokowi.

"Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini (Jokowi) sudah memenuhi syarat. Tapi sepertinya beliau lebih memilih menjadi manusia biasa, yang selalu tersenyum lebar ketika bertemu rakyat," tulis Dedy.

Ia juga menyindir pihak-pihak yang belum bisa menerima kenyataan bahwa masa jabatan Jokowi sebagai presiden telah berakhir secara paripurna.

Pernyataan Dedy ini langsung memicu perdebatan di media sosial.

Banyak yang menganggap pujian tersebut berlebihan dan tidak pada tempatnya.

Menanggapi kritik itu, Dedy memberikan klarifikasi.

Ia menjelaskan bahwa istilah "nabi" dalam pernyataannya tidak digunakan dalam arti harfiah atau keagamaan, melainkan sebagai kiasan.

"Dalam diskusi filsafat, sastra, dan tafsir sosial, kata 'nabi' juga kerap dipakai secara simbolik. Bukan hanya untuk menyebut orang yang menerima wahyu, seperti dalam Islam atau Kristen," jelas Dedy.

Ia menyebut bahwa sifat-sifat seperti kesabaran, integritas, dan tidak membalas kebencian dengan kebencian bisa mencerminkan karakter kenabian, terlepas dari konteks agama.

"Dulu Nelson Mandela disebut pengacau, sebelum akhirnya dikenal sebagai simbol rekonsiliasi. Gandhi juga pernah dianggap aneh karena strategi ahimsa-nya, tapi kemudian dihormati sebagai ‘nabi tanpa senjata’,” kata Dedy.

Menurutnya, penilaian tersebut sah sebagai opini pribadi, dan bukan klaim atas wahyu atau status keagamaan.

"Kalau pun hanya satu orang yang menilai Jokowi punya sifat kenabian, itu tetap sah sebagai penilaian berbasis nilai-nilai etis, bukan ajaran agama," tegasnya.

Pengamat: Itu Berlebihan

Pengamat yang juga pegiat media sosial, Jhon Sitorus, ikut mengomentari pernyataan Dedy yang menganggap Jokowi sudah memiliki kriteria sebagai seorang nabi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved