Rabu, 20 Mei 2026

Bahlil Bantah Keterlibatan Jokowi dan Iriana dalam Tambang Nikel Raja Ampat

Bahlil juga membantah bahwa izin usaha pertambangan (IUP) di Raja Ampat dikeluarkan di masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Bahlil Bantah Keterlibatan Jokowi dan Iriana dalam Tambang Nikel Raja Ampat
tribunnews
Penampakan kapal pengangkut biji nikel dengan nama mirip dengan inisial Jokowi dan Iriana. 

TRIBUNTORAJA.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membantah dugaan keterlibatan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan istrinya, Iriana, dalam aktivitas tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat.

Isu ini mencuat setelah muncul video viral di media sosial yang menampilkan sejumlah kapal pengangkut bijih nikel.

Dimana, kapal-kapal itu memiliki nama mirip dengan inisial Jokowi dan Iriana.

"Ah, itu enggak ada itu. Di mana itu?" ujar Bahlil saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/6/2025).

Bahlil juga membantah bahwa izin usaha pertambangan (IUP) di Raja Ampat dikeluarkan di masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Menurutnya, izin-izin tersebut sudah terbit sejak tahun 2004, jauh sebelum Jokowi menjabat.

"Izin-izin itu keluarnya sejak 2004, 2006. Saat itu masih di bawah undang-undang lama, izinnya diterbitkan oleh pemerintah daerah," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mencabut IUP dari empat perusahaan tambang yang beroperasi di kawasan Raja Ampat.

Keempat perusahaan tersebut adalah, PT Kawei Sejahtera Mining (Pulau Kawe), PT Mulia Raymond Perkasa (Pulau Batang Pele dan Pulau Manyaifun), PT Anugerah Surya Pertama (Pulau Manuran), dan PT Nurham (Pulau Yesner, Waigeo Timur)

Meski izin telah dicabut, aktivitas pertambangan di Raja Ampat terus menjadi sorotan.

Nama kapal-kapal yang digunakan untuk mengangkut bijih nikel menjadi bahan pembicaraan karena mirip dengan nama mantan Presiden Jokowi dan istrinya.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com pada laman Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan (Ditkapel Kemenhub), ternyata memang benar ada kapal-kapal dengan nama lambung TB JKW Mahakam dan tongkang Dewi Iriana.

TB adalah singkatan dari tug boat, sebutan untuk kapal jenis kapal tunda.

Kapal ini digunakan khusus untuk menarik atau mendorong kapal lainnya, seperti kapal yang hendak berlabuh ke pelabuhan hingga kapal tongkang yang tidak memiliki mesin penggerak sendiri.

Dari penelusuran data pencarian kapal di situs Ditkapel Kemenhub, setidaknya ada delapan kapal yang bernama JKW Mahakam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved