Perawat 221 Orang, Dokter 29, Pasien 1 Per Hari, RSUD Galesong Takalar Ditutup

bupati bertemu dengan jajaran manajemen, dokter, dan perawat untuk menjelaskan alasan di balik penutupan pelayanan medis

Editor: Imam Wahyudi
ist
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Galesong, Takalar. 

TRIBUNTORAJA.COM - Pemerintah Kabupaten Takalar, Sulsel, memutuskan menutup sementara pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Galesong. 

Keputusan ini diambil setelah rumah sakit tersebut dinilai membebani keuangan daerah hingga Rp500 juta per bulan akibat tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan pemasukan.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye mengungkap keputusan tersebut saat mengunjungi RSUD Galesong yang terletak di Jalan Poros Galesong, Desa Biring Kassi, Kecamatan Galesong Utara, Takalar, Rabu (23/4/25) pagi.

Dalam kunjungan itu, bupati bertemu dengan jajaran manajemen, dokter, dan perawat untuk menjelaskan alasan di balik penutupan pelayanan medis di RSUD Galesong.

"Pelayanan medis di RSUD Galesong Takalar akan kami tutup sementara mulai 1 Mei 2025 untuk melakukan pembenahan standar dan pelayanan serta mempersiapkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan," ujarnya. 

Dari evaluasi Pemkab Takalar, rumah sakit yang dibangun menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lebih dari Rp100 miliar ini hanya menerima satu hingga dua pasien per hari.

Sementara, pemasukan per bulan hanya berkisar antara Rp7 juta hingga Rp10 juta.

"Rumah sakit ini, dari data yang ada, satu bulan cuma satu orang yang datang, dilayani oleh 221 perawat, dokternya 29, tapi yang datang cuma satu orang, artinya apa untung atau buntung, pasti buntung, " katanya. 

Sebagai konsekuensi dari penutupan ini, ratusan perawat yang selama ini bertugas di rumah sakit tersebut akan dirumahkan. 

"Namun, bagian administrasi tetap akan beroperasi untuk menyelesaikan dokumen kerja sama dengan BPJS Kesehatan," ujar Firdaus.

Bupati Firdaus menegaskan bahwa penutupan ini bersifat sementara.

Ia berjanji, jika kerja sama dengan BPJS Kesehatan telah terjalin, seluruh tenaga medis yang dirumahkan akan dipanggil kembali untuk bekerja.

“Kami sangat berharap RSUD Galesong bisa kembali beroperasi dengan sistem pelayanan yang lebih efisien dan menjangkau masyarakat luas melalui kerja sama dengan BPJS,” pungkasnya.

RSUD Galesong diresmikan oleh Pj Bupati Takalar, Dr Setiawan Aswad pada 9 Februari 2024 lalu.

Rumah sakit ini menjadi pelengkap rumah sakit terbesar di Takalar, yakni RS Padjonga Dg Ngalle.

Kedua RS tersebut adalah RS tipe C.

Selain itu, Takalar juga memiliki satu rumah sakit pratama dan satu rumah sakit khusus ibu dan anak. 

RSUD Galesong memiliki enam kamar VIP, 14 kamar kelas I, 15 kamar kelas II, serta 52 kamar kelas III.(makmur)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved