Penataan Ulang Pasar Makale Tuai Protes, Pedagang Keberatan dengan Surat Edaran
Terkait aturan yang melarang penggunaan los sebagai tempat tinggal, Robert menyatakan bahwa banyak pedagang terpaksa menginap di pasar untuk...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/robert-kapas-penertiban-thm-makale-tana-toraja-1932025.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE – Rencana pemerintah Kabupaten Tana Toraja untuk menata ulang beberapa blok di Pasar Sentral Makale menuai kritik dari para pedagang.
Sekretaris Himpunan Pengusaha Warung Makan dan Minum Pasar Makale, Robertus Rimpung atau yang akrab disapa Robert Kapas, mengaku terkejut menerima surat edaran terkait penataan tersebut.
"Tidak ada informasi sebelumnya mengenai penataan ulang. Kami tiba-tiba menerima surat yang diantar oleh Satpol PP, TNI, dan polisi saat hujan sore hari," ujar Robert, yang memiliki los di Blok F, Rabu (19/3/2025).
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap nasib para pedagang yang terdampak.
"Kami menggantungkan hidup dari berjualan di pasar. Jika harus dikosongkan tanpa ada tempat relokasi, bagaimana kami bisa bertahan?" ucapnya.
Selain itu, Robert juga mencemaskan keberlanjutan los yang saat ini mereka tempati.
Baca juga: DPD PAN Toraja Utara Dukung Husnia Talenrang Pimpin PAN Sulsel
"Kami takut los-los kami nanti diisi oleh orang lain," tambahnya.
Terkait aturan yang melarang penggunaan los sebagai tempat tinggal, Robert menyatakan bahwa banyak pedagang terpaksa menginap di pasar untuk menjaga barang dagangan mereka.
"Pedagang khawatir barangnya dicuri, karena sebelumnya sudah pernah terjadi pencurian. Jika pemerintah daerah bisa menugaskan petugas keamanan (satpam) untuk berjaga 24 jam, tentu kami tidak keberatan," jelasnya.
Baca juga: Puluhan Tahun Beroperasi, Semua THM di Tana Toraja Tak Berizin
| Parang Toraja Buatan Markus So Langi Bernilai Seni, Harganya Rp8 Juta |
|
|---|
| Minim Serapan Lokal, 1.116 Pencari Kerja Tana Toraja Pilih Merantau |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran, Dishub Tana Toraja Kurangi Pergerakan |
|
|---|
| Lewat Stakeholder’s Day 2026, KPPN Makale Dorong Transaksi Non-Tunai |
|
|---|
| Permudah Akses Penyandang Disabilitas, Disnaker Tana Toraja Pindah Kantor |
|
|---|