Kamis, 21 Mei 2026

Jumlah Kementerian Bakal Bertambah di Kabinet Prabowo-Gibran, Bagi-bagi Kursi?

Menurut Nurdin, Prabowo memahami betul kebutuhan bangsa Indonesia dan menilai bahwa pembagian kementerian akan membantu fokus pemerintah dalam...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Jumlah Kementerian Bakal Bertambah di Kabinet Prabowo-Gibran, Bagi-bagi Kursi?
tribunnews
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Nurdin Halid, politisi senior dari Partai Golkar, menyatakan bahwa peningkatan jumlah kementerian di Kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bukan untuk sekadar bagi-bagi kursi, melainkan untuk menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks.

Dalam wawancara di Kompas Petang yang disiarkan Kompas TV, Kamis (26/9/2024), Nurdin menjelaskan bahwa penambahan kementerian ini dilakukan agar pemerintah dapat lebih fokus dalam menyelesaikan masalah bangsa saat ini dan mempersiapkan masa depan.

"Jika kita lihat tantangan bangsa saat ini, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, maka ide presiden terpilih untuk menambah kementerian dan memecah beberapa kementerian adalah langkah antisipatif," ujarnya.

 

 

Menurut Nurdin, Prabowo memahami betul kebutuhan bangsa Indonesia dan menilai bahwa pembagian kementerian akan membantu fokus pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Nurdin juga menepis anggapan bahwa penambahan jumlah kementerian ini bertujuan untuk memberikan jatah kursi kepada partai-partai koalisi. 

"Bukan sama sekali untuk bagi-bagi kursi. Meski ini koalisi besar, banyak posisi lain yang bisa diisi tanpa harus menjadi menteri," ungkap Nurdin.

 

Baca juga: Bukan Keinginan Megawati, Puan yang Paling Ngeyel Mempertemukan Ibunya dengan Prabowo

 

Namun, pengamat politik Agung Prakoso dari Trias Politika menilai, langkah penambahan kementerian ini cenderung mencerminkan dimensi politik daripada teknokratik.

Ia menyatakan bahwa koalisi besar yang dimiliki Prabowo berpotensi memperkuat unsur politik dalam kabinet mendatang.

"Koalisi besar ini menjadikan dimensi politik lebih kuat dibandingkan dimensi teknokratik," ujar Agung.

 

Baca juga: Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri Dijadwalkan Bertemu, Puan: Lokasinya Nyaman

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved