Senin, 13 April 2026

Banjir dan Longsor Akibat Topan Yagi di Myanmar Tewaskan 500 Orang

Penghitungan korban berlangsung lambat karena adanya kendala komunikasi dengan daerah-daerah yang terdampak.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Banjir dan Longsor Akibat Topan Yagi di Myanmar Tewaskan 500 Orang
AP Photo
Warga setempat bepergian dengan perahu di jalan yang banjir di Naypyitaw, Myanmar, Sabtu, 14 September 2024. 

TRIBUNTORAJA.COM, BANGKOK – Banjir dan tanah longsor yang melanda Myanmar akibat Topan Yagi dan hujan musiman pekan lalu telah merenggut setidaknya 226 jiwa, sementara 77 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Jumlah korban yang terus bertambah ini membuat total korban tewas di Asia Tenggara akibat badai tersebut mencapai lebih dari 500 orang, seperti dilaporkan oleh Associated Press pada Rabu (18/9/2024).

Penghitungan korban berlangsung lambat karena adanya kendala komunikasi dengan daerah-daerah yang terdampak.

 

 

Myanmar sendiri masih dilanda perang sipil sejak kudeta militer pada 2021, yang menggulingkan pemerintah terpilih di bawah pimpinan Aung San Suu Kyi.

Beberapa analis menyebut militer Myanmar saat ini hanya menguasai sebagian kecil wilayah negara tersebut.

Sebelum menerjang Myanmar, Topan Yagi juga melanda Vietnam, Thailand utara, dan Laos, yang menyebabkan hampir 300 orang tewas di Vietnam, 42 di Thailand, serta empat korban jiwa di Laos, menurut Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan ASEAN.

 

Baca juga: Topan Yagi Tewaskan 4 Orang di Vietnam, Angin Kencang Capai Kecepatan 149 Km per Jam

 

Di Filipina, 21 orang dilaporkan tewas, dan 26 lainnya hilang.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa sekitar 631.000 orang terdampak banjir di Myanmar.

Pada awal September, badan pengungsi PBB mencatat sudah ada 3,4 juta pengungsi akibat konflik berkepanjangan dan ketidakstabilan di negara itu.

 

Baca juga: Supermoon 18 September 2024, BMKG Ingatkan Waspada Banjir Pesisir

 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved