Rabu, 20 Mei 2026

Longsor di Lembang Marinding Tana Toraja, Satu Rumah Rusak Berat

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Tana Toraja, Cristian Sakkung Batara, membenarkan kejadian tersebut. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Longsor di Lembang Marinding Tana Toraja, Satu Rumah Rusak Berat
Tribun Toraja/Anastasya Saidong Ridwan
TANAH LONGSOR - Kondisi rumah Welly Anta', warga Dusun Barana’, Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, usai diterjang longsor pekan lalu. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Tanah longsor terjadi di Dusun Barana’, Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Peristiwa ini mengakibatkan satu unit rumah milik Welly Anta’ mengalami kerusakan berat dan dinyatakan tidak layak huni.

Dari pantauan Tribun Toraja di lokasi kejadian, rumah panggung berbahan kayu tersebut tampak miring akibat tekanan tanah dari bagian belakang rumah. 

Longsoran juga menyeret pohon pisang yang berada di sekitar lokasi, menyebabkan atap dapur rumah korban ambruk. 

Tiang rumah yang sebagian terbuat dari bambu tampak condong dan nyaris roboh.

Warga setempat secara swadaya membantu membongkar bagian rumah untuk mengosongkan area yang terdampak longsor guna menghindari risiko lanjutan.

Istri pemilik rumah, Rifka (29), mengaku terkejut saat kejadian berlangsung.

“Saya kaget sekali, karena sore itu saya sama anakku lagi istirahat di rumah,” ujarnya.

Rifka mengatakan kejadian terjadi pada pukul 17.00 Wita, Jumat (9/1/2026).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Tana Toraja, Cristian Sakkung Batara, membenarkan kejadian tersebut. 

Ia menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh intensitas hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.

“Jenis bencana adalah tanah longsor yang terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 WITA. 

Akibat hujan dengan intensitas tinggi, tanah longsor menimpa satu unit rumah warga dan mengalami kerusakan berat serta sudah tidak layak huni,” jelas Cristian saat dikonfirmasi, Senin (12/01/2026).

Menurut data BPBD, rumah yang terdampak dihuni oleh satu kepala keluarga dengan lima jiwa, terdiri dari satu laki-laki dan empat perempuan.

Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Tana Toraja telah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, peninjauan langsung ke lokasi, serta pendataan dampak bencana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved