Sabtu, 18 April 2026

BRIN: Kasus Bunuh Diri di Indonesia Terbanyak Remaja dan Mahasiswa Laki-laki

Survei I-NAMHS 2022 menunjukkan bahwa 1,4 persen remaja Indonesia memiliki ide bunuh diri, 0,5 persen membuat rencana bunuh diri, dan 0,2 persen...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto BRIN: Kasus Bunuh Diri di Indonesia Terbanyak Remaja dan Mahasiswa Laki-laki
Freepik
Ilustrasi. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan terdapat 2.112 kasus bunuh diri di Indonesia dalam kurun waktu 11 tahun terakhir sejak 2013.

Dari jumlah tersebut, 46,63 persen atau 985 kasus melibatkan remaja.

Survei I-NAMHS 2022 menunjukkan bahwa 1,4 persen remaja Indonesia memiliki ide bunuh diri, 0,5 persen membuat rencana bunuh diri, dan 0,2 persen mencoba melakukannya.

Peneliti Muda Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Yurika Fauzia Wardani, menjelaskan bahwa tingginya kasus bunuh diri di kalangan muda disebabkan oleh tekanan akademis dan sosial.

"Contohnya adalah harapan dari orang sekitar tentang prestasi akademis dan pencapaian di usia muda, perubahan hormon dan emosi pada remaja, serta permasalahan keluarga dan cyber bullying," ujar Yurika pada Kamis (25/7/2024) dalam Webinar tentang Fenomena Bunuh Diri di Usia Produktif yang diselenggarakan oleh BRIN.

 

 

Menurut Yurika, aksi bunuh diri lebih sering dilakukan oleh laki-laki, meskipun keinginan bunuh diri lebih banyak ditemukan pada perempuan.

"Norma sosial dan budaya patriarki di Indonesia menuntut laki-laki untuk lebih tegar dan kuat dalam menghadapi masalah. Akibatnya, mereka enggan meminta bantuan dan cenderung memilih metode bunuh diri yang tragis," jelas Yurika.

Ia menambahkan bahwa laki-laki sering merasa tidak didukung dan hidup sendiri ketika menghadapi masalah karena budaya patriarki tersebut.

Selain itu, tingkat bunuh diri juga lebih tinggi di kalangan mahasiswa.

Ganjar Pranowo, Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) dan mantan Gubernur Jawa Tengah, menyampaikan kekhawatirannya terkait krisis kesehatan mental yang melanda Indonesia.

 

Baca juga: Depresi, Ratusan Calon Dokter Spesialis Ingin Akhiri Hidup

 

Ganjar menekankan perlunya langkah strategis dan kolaboratif untuk mengatasi masalah ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved