Senin, 8 Juni 2026

BRIN: Kasus Bunuh Diri di Indonesia Terbanyak Remaja dan Mahasiswa Laki-laki

Survei I-NAMHS 2022 menunjukkan bahwa 1,4 persen remaja Indonesia memiliki ide bunuh diri, 0,5 persen membuat rencana bunuh diri, dan 0,2 persen...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto BRIN: Kasus Bunuh Diri di Indonesia Terbanyak Remaja dan Mahasiswa Laki-laki
Freepik
Ilustrasi. 

Ia menyebut beberapa kasus bunuh diri yang sempat viral di media sosial, seperti siswa SD di Banyuwangi yang bunuh diri karena sering diejek sebagai anak yatim, siswa SD di Pekalongan yang bunuh diri karena ponselnya disita oleh ibunya, dan anak SMP di Cirebon yang bunuh diri karena tekanan hidup.

Selain itu, ada juga kasus anak SMA yang gantung diri setelah fotonya tersebar di media sosial, serta seorang anak di Bandung yang nekat melompat dari jembatan.

"Fenomena bunuh diri di kalangan generasi muda akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Kita perlu merumuskan langkah strategis dan taktis, serta bergerak bersama untuk mengatasinya. Saat ini kita berada dalam kondisi darurat kesehatan mental," ujar Ganjar dikutip dari tayangan Breaking News Kompas TV, Rabu (23/7/2024).

"Untuk mahasiswa, tentu kita masih ingat dua peristiwa bunuh diri yang melibatkan mahasiswa UGM, satu melompat dari lantai 11 hotel dan satu lagi meninggal di tempat kos. Semoga ini kejadian terakhir dan tak terulang lagi," tambahnya.

 

Baca juga: Dinkes Toraja Utara Libatkan Pelajar dan Mahasiswa Tekan Depresi di Kalangan Remaja

 

Ganjar juga menyoroti kurangnya literasi kesehatan mental dan minimnya fasilitas layanan kesehatan mental di Indonesia.

Dari 10 ribu puskesmas di Indonesia, hanya 6.000 yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Ia menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas layanan kesehatan jiwa dan penambahan jumlah psikiater, serta kampanye kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental.

"Negara harus hadir dengan membangun lebih banyak fasilitas layanan kesehatan jiwa di Indonesia. Jumlah psikiater juga harus ditambah dan kampanye kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental harus terus digalakkan," tegasnya.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved