158 Kasus DBD di Toraja Utara Periode Januari -Juni 2024, 3 Kecamatan Masuk Rawan

Yety menjelaskan bahwa pihak Dinas Kesehatan Toraja Utara sudah melakukan upaya pencegahan perihal tingginya angka DBD di Toraja Utara.

Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
ist
Petugas Dinas Kesehatan Toraja Utara melakukan penyemprotan atau fogging di Rantepao untuk mencegah berkembangnya nyamuk yang menyebabkan DBD. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Toraja Utara capai 158 kasus.

Jumlah tersebut merupakan data semester 1 tahun 2024, dari Januari sampai Juni.

Pasien DBD di Toraja Utara dari umur 2 bulan hingga 60 tahun.

DBD adalah penyakit yang disebabkan virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Penderita demam berdarah atau DBD akan mengalami gejala nyeri hebat, terutama pada tulang dan persendian, yang terasa seolah-olah patah, bahkan jika fatal dapat mengakibatkan kematian.

Kepada Tribun Toraja, Sub Kordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Penyakit Menular (P2PM), Yety Bato Payung Allo, mengatakan bahwa jumlah kasus DBD semester 1 tahun ini tidak beda jauh dari kasus DBD pada tahun 2023.

"Tahun 2023 kasus DBD di Toraja Utara sebanyak 194 kasus, masih kategori tinggi," ucapnya saat ditemui dikantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Toraja Utara, Jl Panga', Kecamatan Tondon Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (16/7/2024) siang.

Yety menambahkan, untuk kasus DBD di Toraja Utara, ada 3 kecamatan yang masuk zona rawan.

"Yaitu Kecamatan Rantepao, Tallunglipu, dan Kesu. Meski demikian, wilayah kecamatan lain juga perlu diwaspadai," tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pihak Dinas Kesehatan Toraja Utara sudah melakukan upaya pencegahan perihal tingginya angka DBD di Toraja Utara.

"Petugas di lapangan sudah melakukan fogging atau penyemprotan di berapa titik dan akan dimassifkan lagi ke depan," jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perlengkapan di masing-masing puskesmas terbilang cukup lengkap untuk menangani kasus DBD.

"Tenaga kesehatan dan peralatan sudah cukup lengkap tinggal kesadaran warga yang perlu ditingkatkan seperti harus sering cuci bak air di rumah, membersihkan rumah dari jentik nyamuk, dan lain sebagainya," tutupnya.

Diketahui bahwa dari kasus DBD tahun 2023 hingga pertengahan tahun 2024 ini, tak ada kasus kematian akibat DBD.
(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved