Kesehatan
Uap Vape Ternyata Juga Berbahaya untuk Orang Sekitar
Penyakit kronis akibat rokok konvensional biasanya baru terdeteksi setelah 20 tahun penggunaan, sementara vape baru marak digunakan dalam sepuluh...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-vape-rokok-elektrik-732024.jpg)
Salah satu alasan utamanya adalah waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi dampak penyakit kronis.
Penyakit kronis akibat rokok konvensional biasanya baru terdeteksi setelah 20 tahun penggunaan, sementara vape baru marak digunakan dalam sepuluh tahun terakhir.
Baca juga: Sekira 160.000 Batang Rokok Ilegal Disita dari Sejumlah Warung dan Toko di Tana Toraja
"Kita perlu waspada. Suatu saat, mungkin dalam 20 tahun ke depan, bisa jadi kita akan menghadapi ledakan penyakit kronis akibat penggunaan vape," ungkap Prof Agus.
Oleh karena itu, ia menyerukan kepada masyarakat untuk menghindari konsumsi rokok dalam bentuk apapun, baik vape maupun rokok konvensional, karena keduanya memiliki risiko dan bahaya yang sama bagi kesehatan.
"Termasuk penggunaan shisha, semuanya sama-sama berbahaya baik untuk kesehatan jangka pendek maupun panjang. Mari hindari penggunaannya, karena ini akan menyebabkan penyakit pada masa depan bagi masyarakat," tandas Prof Agus.
(*)
| Jangan Main HP dan Medsos Sebelum Tidur, Ini Bahaya yang Mengintai |
|
|---|
| Jangan Masukkan Bahan Makanan Ini ke Freezer, Bisa Rusak Tekstur dan Rasa |
|
|---|
| Apakah Orang Dewasa Wajib Rutin Minum Obat Cacing? Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| Kopi Hitam Dinilai Lebih Aman bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| 5 Kegiatan Harian yang Dapat Menguras Tenaga Tanpa Disadari |
|
|---|