Kesehatan
Uap Vape Ternyata Juga Berbahaya untuk Orang Sekitar
Penyakit kronis akibat rokok konvensional biasanya baru terdeteksi setelah 20 tahun penggunaan, sementara vape baru marak digunakan dalam sepuluh...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-vape-rokok-elektrik-732024.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), menyoroti bahaya uap yang dihasilkan oleh vape atau rokok elektrik, terutama bagi orang di sekitarnya yang ikut terhirup.
Pernyataan ini disampaikannya sebagai tanggapan terhadap video viral di platform media sosial TikTok, yang mengisahkan seorang pengguna vape yang kini mengalami radang paru atau pneumonia.
Menurutnya, baik uap dari vape maupun asap dari rokok tembakau konvensional, keduanya memiliki dampak negatif yang sama terhadap kesehatan perokok dan orang-orang di sekitarnya.
"Keduanya sama-sama berbahaya. Jadi, uap dari vape dan asap dari rokok biasa memiliki dampak yang merugikan terhadap kesehatan," ungkapnya di Jakarta, seperti yang dikutip oleh Antara.
Selaku Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI), Prof Agus menjelaskan bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh uap vape berasal dari kandungan nikotin, zat karsinogenik (pemicu kanker), dan partikel halus (particulate matter/PM) yang terdapat dalam uap tersebut.
Baca juga: Waspada Penyakit Paru-paru Popcorn! Ini Penyebabnya, Termasuk Akibat Vape
"Jadi, baik penggunaan vape secara rutin maupun menghirup uapnya, keduanya memiliki risiko yang sama. Menurut penelitian luar negeri, WHO menyatakan bahwa orang-orang yang berada di sekitar pengguna vape juga terpapar bahan berbahaya yang terkandung dalam vape tersebut," jelasnya.
Prof Agus menambahkan bahwa dia telah menemui berbagai kasus penyakit pernapasan seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta risiko infeksi paru seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan radang paru atau pneumonia, yang disebabkan oleh penggunaan vape setidaknya sekali dalam setahun.
Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai jumlah penyakit kronis yang disebabkan oleh penggunaan vape di Indonesia.
Baca juga: Tidak Hanya Cukai Rokok Naik, Penikmat Vape Bersiap 15 Persen
Namun, menurutnya, dari sekitar 1.500 dokter spesialis paru di Indonesia, setidaknya 1.000 orang pernah menemukan kasus yang sama yang diakibatkan oleh vape.
| Jangan Main HP dan Medsos Sebelum Tidur, Ini Bahaya yang Mengintai |
|
|---|
| Jangan Masukkan Bahan Makanan Ini ke Freezer, Bisa Rusak Tekstur dan Rasa |
|
|---|
| Apakah Orang Dewasa Wajib Rutin Minum Obat Cacing? Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| Kopi Hitam Dinilai Lebih Aman bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| 5 Kegiatan Harian yang Dapat Menguras Tenaga Tanpa Disadari |
|
|---|