Pemilu 2024
VIRAL! Emak-emak di Enrekang Minta Kembali Uang Serangan Fajar dari Caleg Umar
Bahkan upaya meyakinkan dari seorang bapak-bapak pun tidak berhasil membuat emak-emak tim sukses tersebut percaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Penampakan-ema3er432.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Kasus caleg atau tim sukses (timses) caleg meminta kembali uang yang diberikan ke pemilih karena jumlah suaranya mengecewakan, terjadi di Kabupaten Enrekang, Sulsel.
Video seorang ibu yang merupakan timses salah satu caleg mendatangi rumah warga untuk meminta kembali uang yang telah diberikan, pun viral di media sosial.
Dalam video tersebut, emak-emak itu seperti tidak percaya kepada keluarga yang telah diberikannya uang, telah mencoblos calegnya, sehingga meminta kembali uang tersbeut.
Meskipun emak-emak sang pemilik rumah berusaha meyakinkan bahwa yang dipilih sekeluarganya adalah caleg yang membagikan uang serangan fajar.
Namun, timses tersebut menolak mentah-mentah.
Bahkan upaya meyakinkan dari seorang bapak-bapak pun tidak berhasil membuat emak-emak tim sukses tersebut percaya.
Akhirnya, sejumlah uang dikembalikan kepada keluarga tersebut.
Di samping itu, tampak si perekam video lantas menyoroti aksi dari tim sukses calon legislatif.
Dalam video berdurasi 02.03 menit, si perekam sesekali menyebut nama caleg yang diduga telah membagikan serangan fajar.
Disebutkan bahwa caleg yang diduga telah membagikan uang serangan fajar bernama Umar.
Umar diketahui caleg DPRD Enrekang dari Dapil III.
Dapil III mencakup wilayah Kecamatan Alla, Curio, Masalle, dan Kecamatan Baroko.
"Tidak usah lagi diperjelas mama, yang penting kita kembalikan uangnya Umar. Walaupun dia kami coblos, tetapi kalau uang diminta dikembalikan, kami tidak masalah," kata wanita si perekam sembari meminta ibunya kembalikan uang serangan fajar.
Diketahui, ada dua caleg yang bernama Umar di Dapil III.
Yaitu Umar caleg Partai Nasdem dan Andi Umar Muchtar caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Kejadian ini menjadi sorotan dan menimbulkan polemik di tengah masyarakat terkait praktik politik uang yang disebut-sebut dalam pemilihan tersebut.
Bawaslu lantas buka suara terkait dugaan praktik money politik di Kabupaten Enrekang.
Anggota Bawaslu Enrekang, Haslipa membenarkan adanya video viral tersebut.
"Sementara kita telusuri, tetapi kami belum bisa menyebutkan soal caleg yang dimaksud. Sebab ini masih ditelusuri kebenarannya," kata Haslipa kepada Tribun-Timur, Senin (19/2//2024) malam.
Mantan Ketua KPU Enrekang ini bahkan mengaku bahwa sudah ada laporan masyarakat yang masuk ke Bawaslu.
Terkait lokasi kejadian, Haslipa menyebutkan berada di wilayah Desa Pana, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.
"Kejadian berada di wilayah Desa Pana. Jadi saat ini tim kita sedang menelusuri video tersebut," tandasnya.
Terpisah, Umar caleg Nasdem membantah terkait dirinya melakukan praktik politik uang atau money politic.
Sebagai petahana, Ketua Fraksi Nasdem di DPRD Enrekang ini mengaku bahwa dirinya tidak pernah mengajarkan ke masyarakat terkait praktik politik uang.
Bahkan selama sosialisasi maupun kampanye, dirinya aktif mengedukasi masyarakat mengenai pemilu yang sehat dan bersih.
"Itu bukan saya, selama ini kan kami di Nasdem selalu memberi edukasi ke masyarakat," ujarnya.
"Terutama mengingatkan ke masyarakat agar tidak muda terpengaruh dengan politik curang, hingga jangan mudah percaya informasi-informasi negatif menyangkut kepemiluan," tambahnya.
Di samping itu, menurutnya, Nasdem Enrekang di bawah komando Asman turut aktif membantu KPU dan pemerintah dalam menyukseskan pelaksanaan pemilihan umum 2024.(erlan)
| KPU Tana Toraja Menanti Hasil Verifikasi LHKPN Anggota DPRD Terpilih di KPK |
|
|---|
| PDIP Minta MK Batalkan Hasil Pileg di Papua Tengah Serta Nihilkan Suara PSI dan Demokrat |
|
|---|
| Bawaslu Catat Pelanggaran Pemilu di Sulsel Sebanyak 168 Temuan, Didominasi pelanggaran ASN |
|
|---|
| Pekan Depan, MK Mulai Sidangkan 297 Gugatan Pileg 2024 |
|
|---|
| Mendagri Tito Karnavian: Akhir Pemilu 2024 Tunggu Putusan Mahkamah Konstitusi |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.