Ayo ke Toraja
Katokkon, Cabai Tak Terkenal Namun Istimewa dari Toraja
cabai katokkon biasa digunakan sebagai campuran untuk masakan khas seperti pa'piong, tollo lending, utun tutu, dan tutuk lada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Cabai-ka33rr.jpg)
Angka tersebut jauh dari ukuran konsentrasi cabai rawit biasa yang hanya sebesar 100.000 SHU.
Selain pedas, cabai khas Tana Toraja ini juga memiliki kandungan gizi yang baik seperti vitamin A dan vitamin C. \
Dilansir dari laman pustaka.setjen.pertanian.go.id, cabai katokkon juga mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab kanker.
Selain itu, cabai katokkon juga bermanfaat untuk menambah nafsu makan, obat awet muda karena bisa memperlambat penuaan, anti stress, membantu mengatasi masalah persendian, menurunkan kolesterol, melancarkan aliran darah, mencegah stroke, meredakan batuk berdahak, melegakan hidung tersumbat, dan meredakan migrain.
Jangan heran jika harga cabai katokkon bisa mencapai dua kali lipat harga cabai biasa.
Terlebih ketika hasil panen menurun seperti pada musim penghujan maka harga di pasaran bisa menembus ratusan ribu rupiah.
Kini, cabai katokkon tak hanya dikembangkan di wilayah Sulawesi Selatan saja namun juga dikembangkan di Pacet Cipanas, Ciapus Bogor, dan Sukabumi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Katokkon, Cabai Khas Tana Toraja yang Lebih Pedas dari Rawit Biasa"