Rabu, 13 Mei 2026

Digigit Hewan Piaraan, Anak di Toraja Utara Meninggal Diduga Karena Rabies

Sebelum meninggal, korbanyang beralamat di sekitar Pasar Bolu, Tallunglipu Mataallo, Kecamatan Tallunglipu, itu digigit hewan piaraannya.

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Digigit Hewan Piaraan, Anak di Toraja Utara Meninggal Diduga Karena Rabies
net
ilustrasi Anjing 

"Saat itu, ia bereaksi takut kepada cahaya dan air, dan sempat beberapa kali mengerang kesakitan mirip dengan lolongan hewan anjing," katanya, Sabtu (6/1/2024).

Kondisi itu merupakan tanda-tanda orang terinfeksi rabies stadium akhir. Menurut informasi, jika sudah mengalami kondisi seperti itu, 99 persen tidak selamat.

Sementara itu, pemeriksaan laboratoirum di Balai Besar Veteriner Maros terhadap sampel kucing hasilnya negatif. Hasil pemeriksaan telah keluar 3 Januari 2023, bertepatan korban meninggal dunia.

Belum diketahui apakah korban terinfeksi rabies pada HPR anjing yang pertama menggigitnya. Karena anjing tersebut tidak sempat diambil sampelnya.

Keluarga korban mengatakan bahwa kejadian seperti ini terjadi karena minimnya informasi dan pengetahun mereka terkait rabies.

Ia pun berharap kasus serupa tidak kembali terjadi.

"Semoga tidak kembali terjadi karena masyarakat masih minim pengetahuan tentang rabies. Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian harusnyaa berperan penting untuk mengedukasi warga tentang ini," jelasnya.

Jenazah korban telah dibawa dibawa ke rumah neneknya di Kurra, Kabupaten Tana Toraja, untuk dimakamkan.

Ini adalah kejadian rabies pertama di tahun 2024 di Toraja Utara. Sementara, tahun 2023 lalu, ada 3 warga Toraja meninggal akibat rabies.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved