Senin, 13 April 2026

Digigit Hewan Piaraan, Anak di Toraja Utara Meninggal Diduga Karena Rabies

Sebelum meninggal, korbanyang beralamat di sekitar Pasar Bolu, Tallunglipu Mataallo, Kecamatan Tallunglipu, itu digigit hewan piaraannya.

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Digigit Hewan Piaraan, Anak di Toraja Utara Meninggal Diduga Karena Rabies
net
ilustrasi Anjing 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Seorang anak di Tallunglipu, Toraja Utara, meninggal dunia di RSUD Lakipadada Makale, Tana Toraja, 3 Januari 2024 lalu, sekitar pukul 17.00 Wita.

Anak berusia 7 tahun berinisial ASL ini meninggal dunia diduga karena rabies.

Sebelum meninggal, korbanyang beralamat di sekitar Pasar Bolu, Tallunglipu Mataallo, Kecamatan Tallunglipu, itu digigit hewan piaraannya.

Ia dua kali digigit hewan piaraan yaitu anjing dan kucing.

Diketahui bahwa dua hewan ini merupakan pembawa rabies.

ASL pertama kali digigit anjing piaraannya pada awal Oktober tahun 2023 lalu. Saat itu hari Minggu.

Sayangnya, keluarga korban tidak memberikan pertolongan pertama seperti mencuci luka dengan air mengalir.

Korban langsung dibawah berobat oleh orang tuanya ke RS Elim Rantepao. Namun, pihak RS Elim Rantepao tidak memiliki vaksin anti rabies (VAR) dan disarankan ke Puskesmas Tallunglipu.

Dalam keadaan panik, keluarga berpikir bahwa puskesmas tutup pada hari Minggu, sehingga keluarga berinisiatif membawa korban ke dukun.

Tanggal 21 Desember 2023 lalu, korban kembali digigit kucing peliharaanya. Ia kembali dibawa berobat ke "orang pintar".

Namun, kesehatannya makin menurun sehingga kembali dibawa ke RS Elim Rantepao. Tanggal 25 Desember 2023, korban dirujuk ke RSUD Lakipadada.

Tim medis veteriner dari Dinas Pertanian Toraja Utara berkunjung ke RSUD Lakipadada untuk melakukan pemantauan.

Oleh tim medis veteriner menyarankan kepada keluarga korban untuk membawa sampel hewan pembawa rabies (HPR) ke laboratorium kesehatan hewan dinas Pertanian Torut untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur pemeriksaan rabies pada hewan.

Keluarga hanya bisa membawa kepala kucing ke laboratorium pada 28 Desember 2023. Sementara anjing yang pertama menggigitnya sudah dimatikan dan dikubur pasca kejadian, sehingga tidak bisa diambil sampelnya.

Kepada Tribun Toraja, keluarga korban yang enggan disebutkan namanya memberikan kesaksian kondisi ASL sebelum meninggal dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved