Perang Israel Palestina
Keluarga Sandera Israel: 'Hamas yang Kembalikan Rakyat Kami, Bukan Pemerintah!'
Dari 240 orang yang disandera Hamas di Jalur Gaza, sejumlah sandera berhasil diselamatkan selama gencatan senjata.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/hamasa239.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, TEL AVIV - Sejumlah keluarga sandera Israel yang berhasil diselamatkan kembali bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Selasa (5/12/2023) kemarin.
Pertemuan tersebut dilangsungkan beberapa hari usai gencatan senjata sementara antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, berakhir.
Dari 240 orang yang disandera Hamas di Jalur Gaza, sejumlah sandera berhasil diselamatkan selama gencatan senjata.
Namun saat ini, masih ada 138 sandera lain yang masih ditahan oleh Hamas.
Dani Miran, yang putranya turut disandera Hamas sejak 7 Oktober 2023, juga hadir dalam pertemuan itu.
Dia mengungkapkan sejumlah kritik kepada negaranya sendiri selama pertemuan tersebut berlangsung.
Baca juga: Sayap Militer Hamas Brigade Al Qassam Klaim 70 Persen Pasukan Israel Mundur dari Gaza Utara
"Saya tidak akan menjelaskan secara rinci apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut, namun keseluruhan kinerja (pemerintah Israel) ini jelek, menghina, berantakan,” kata Miran kepasa Channel 13 Israel.
Miran bahkan menyebut pemerintah Israel menganggap "lelucon" terkait permasalahan sandera ini.
"Mereka (pemerintah Israel) bilang 'kami sudah melakukan ini, kami sudah melakukan itu.' Tapi (Pemimpin Hamas di Gaza, Yahya) Sinwar adalah orang yang mengembalikan rakyat kami, bukan mereka (pemerintah Israel)," sebutnya.
Baca juga: VIRAL Warga Israel dan Pejuang Hamas Saling Lambaikan Tangan Saat Pembebasan