Kamis, 4 Juni 2026

Perang Israel Palestina

Keluarga Sandera Israel: 'Hamas yang Kembalikan Rakyat Kami, Bukan Pemerintah!'

Dari 240 orang yang disandera Hamas di Jalur Gaza, sejumlah sandera berhasil diselamatkan selama gencatan senjata.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Keluarga Sandera Israel: 'Hamas yang Kembalikan Rakyat Kami, Bukan Pemerintah!'
ist
Warga Israel yang ditawan Hamas saat dibebaskan. 

"Saya marah karena mereka (pemerintah Israel) mengatakan mereka (Hamas) mendikte sesuatu. Mereka (Hamas) tidak mendikte satu langkah pun," imbuh Miran.

Pertemuan itu dimaksudkan sebagai forum bagi para sandera yang dibebaskan untuk menceritakan kepada para menteri Israel tentang pengalaman mereka selama disandera.

Namun, para keluarga sandera justru banyak melontarkan kritik karena langkah Israel yang kurang bijak dalam pembebasan sandera.

 

Baca juga: Israel Jatuhkan 6 Ribu Bom di Gaza dalam 6 Hari, Setara Bom Amerika di Afghanistan Selama Setahun

 

“Itu adalah pertemuan yang sangat bergejolak, banyak orang berteriak,” kata Jennifer Master, yang rekannya, Andrey, menjadi sandera.

Pemerintah Israel mengatakan sejumlah perempuan dan anak-anak masih berada di tangan hamas.

Sementara keluarga yang memiliki kerabat laki-laki dewasa yang disandera meminta agar mereka tidak dilupakan.

 

Baca juga: Sempat Tembaki Pasukan PBB, Tentara Israel Juga Serang Mobil Warga dan Petani Lebanon

 

“Kami semua berusaha memastikan orang-orang yang kami cintai pulang ke rumah. Ada yang menginginkan perempuan yang ditinggalkan atau anak-anak yang ditinggalkan, dan ada pula yang mengatakan kami menginginkan laki-laki,” tutur Jennifer.

Setelah gagalnya perpanjangan gencatan senjata sementara pada Jumat (1/12/2023), Hamas masih menahan kurang lebih 138 orang di Jalur Gaza.

 

Baca juga: Hamas Bebaskan 13 Warga Israel dan 4 WN Thailand, 39 Tahanan Palestina Dibebaskan Israel

 

Diperkirakan, ada 100 orang sandera sipil dan sisanya adalah tentara Israel yang ditangkap ketika Hamas menyerbu pangkalan militer Israel pada 7 Oktober 2023.

Sebelumnya, Hamas membebaskan 81 warga Israel dan 24 warga negara asing selama gencatan senjata berlangsung.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved