Rabu, 29 April 2026

Pemilu 2024

Polri Bakal Gelar 3 Operasi Amankan Pemilu 2024, Apa Saja?

Adapun untuk memastikan pesta demokrasi nanti berjalan kondusif, Korps Bhayangkara itu mempunyai tiga operasi yang dikonsentrasikan selama pemilu.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Polri Bakal Gelar 3 Operasi Amankan Pemilu 2024, Apa Saja?
Tribun Toraja/Muhammad Rifki
ILUSTRASI - Kirab Pemilu 2024 telah tiba di Kabupaten Tana Toraja, dilaksanakan di Kantor KPU Tana Toraja, Jl Tongkonan Ada No. 2, Makale, Rabu (16/8/2023) lalu. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Polri telah memiliki strategi dalam mengamankan pelaksanaan pemilu 2024 mendatang.

Adapun untuk memastikan pesta demokrasi nanti berjalan kondusif, Korps Bhayangkara itu mempunyai tiga operasi yang dikonsentrasikan selama pemilu.

 

 

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Fadil Imran menjelaskan, pihaknya akan melakukan pengamanan yang dimulai dari 19 Oktober 2023 hingga 21 Oktober 2024 atau selama 222 hari.

"Mulai dari tahap pendaftaran capres dan cawapres, sampai dengan pengucapan sumpah janji presdien dan wakil presiden," kata Fadil di gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/11/2023).

 

Baca juga: Ganjar Sebut Banyak Pj Kepala Daerah Diduga Diintimidasi Aparat Jelang Pemilu 2024

 

Jenderal bintang tiga itu menjelaskan, operasi pengamanan pemilu yang pertama, yakni Nusantara Cooling System.

"Nusantara cooling system mendetektsi penyelidikan, pengamanan tertutup dan penggalanganan intelejen dan penggalangan eskalasi pada potensi sampai dengan gangguan," katanya.

 

Baca juga: KPU Cetak Surat Suara Pemilu 2024 Mulai Hari Ini usai Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres

 

Operasi kedua adalah Mantap Brata.

Hal ini dirancang khusus untuk mengamankan ambang gangguan dan menangani gangguan nyata selama pemilu serentak tahun 2023-2024.

 

Baca juga: Honor Petugas KPPS Pemilu 2024 Resmi Naik! Segini Besaran hingga Masa Kerja dan Tugasnya

 

"Dan yang ketiga adalah operasi Kontigensi Aman Nusa 1, 2, dan 3," lanjut Fadil.

"Penanganan operasi kontigensi ini bertujuan kepada penannganan gangguan nyata yang bersifat kontigensi yang disebabkan oleh konflik sosial bencana alam dan terorisme," ujarnya.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved