Sabtu, 25 April 2026

Mulai Merebak di Indonesia, Ini Dia Gejala, Cara Pencegahan, dan Wilayah Terdampak Cacar Monyet

Cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui kontak langsung...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Mulai Merebak di Indonesia, Ini Dia Gejala, Cara Pencegahan, dan Wilayah Terdampak Cacar Monyet
IST
Ilustrasi. 

TRIBUNTORAJA.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan kasus konfirmasi cacar monyet di Indonesia bertambah menjadi 7 kasus per tanggal 22 Oktober 2023.

Dilansir dari Kompas.com, Selasa (24/10/2023), kasus tersebut bertambah sejak pertama kali dilaporkan pada 13 Oktober 2023, atau delapan kasus sejak pertama kali terkonfirmasi di tahun 2022.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, hingga kini kita dapatkan 7 kasus konfirmasi monkeypox di Indonesia di tahun ini," Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu dalam siaran pers, Senin (23/10/2023).

Lantas, seperti apa gejala dan cara pencegahan penyakit cacar monyet? Berikut ulasannya dihimpun Tribun Toraja.

 

 

Gejala Cacar Monyet

Cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox.

Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti monyet, tikus, dan tupai.

Virus cacar monyet juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia.

 

Baca juga: Bukan Hanya AIDS, Penyuka Sesama Jenis Bisa Kena Cacar Monyet

 

Penularan cacar monyet antar manusia dapat terjadi karena beberapa hal seperti kontak langsung dengan cairan tubuh, seperti darah, cairan luka, dan cairan lepuhan cacar monyet.

Kontak dengan benda yang terkontaminasi virus cacar monyet, seperti pakaian, handuk, dan seprai.

Virus ini juga dapat menular dari ibu hamil kepada janinnya melalui plasenta dan mengonsumsi daging yang terinfeksi.

 

Baca juga: Sempat Renggut Nyawa Warga India, Apa Itu Virus Nipah? Ini Dia Penjelasan, Bahaya, Serta Gejala

 

Melansir laman Kementrian Kesehatan Indonesia, gejala cacar monyet yang bisa timbul dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

Setelah beberapa hari, penderita cacar monyet akan mengalami ruam atau lesi pada kulit.

Gejala ini merupakan ciri khas cacar monyet. Ruam atau lesi yang muncul dapat bintik-bintik merah, lepuhan, atau benjolan berisi nanah pada seluruh tubuh.

 

Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Jantung yang Muncul di Kaki, Kadang Jarang Disadari

 

Gejala cacar monyet mirip dengan cacar air, namun cacar air dan cacar monyet berbeda.

Cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati), sedangkan cacar air tidak.

 

Baca juga: WASPADA RABIES! Bocah di Mamasa Dilarikan ke RS usai Tergigit Anjing dan Alami Gejala

 

Gejala cacar monyet biasanya muncul dalam waktu 5 hingga 21 hari setelah terinfeksi.

Pada individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, cacar monyet biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 hingga 4 minggu.

 

Baca juga: Kemenkes: Gejala Covid-19 Varian Eris Hampir Sama, Apa Saja?

 

Cara Mencegah Penularan Cacar Monyet

Mengingat sudah ada beberapa kasus cacar monyet yang ditemukan di Jakarta, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan.

Beberapa tindakan pencegahan infeksi virus cacar monyet di antaranya:

1. Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus, termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi

2. Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.

3. Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.

4. Cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.

5. Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi

6. Memasak daging dengan benar dan matang.

 

Baca juga: Inilah 7 Gejala HIV yang Sering Dianggap Biasa oleh Penderitanya, Hati-hati!

 

Wilayah yang Terdeteksi Cacar Monyet

Disebutkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan kasus konfirmasi cacar monyet di Indonesia bertambah menjadi 7 kasus per tanggal 22 Oktober 2023.

Dilansir dari Kompas.com, Selasa (24/10/2023), kasus tersebut bertambah sejak pertama kali dilaporkan pada 13 Oktober 2023, atau delapan kasus sejak pertama kali terkonfirmasi di tahun 2022.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, hingga kini kita dapatkan 7 kasus konfirmasi monkeypox di Indonesia di tahun ini," Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu dalam siaran pers, Senin (23/10/2023).

 

Baca juga: Delapan Gejala Penyaki Maag Akut yang Perlu Diwaspadai, Bisa Berakibat Fatal

 

Maxi menyampaikan, seluruh kasus konfirmasi itu ditemukan di wilayah DKI Jakarta.

Rinciannya, 1 kasus dari Jatinegara, 1 kasus di wilayah Mampang, 1 kasus dari Kebayoran Lama, 2 kasus dari Setiabudi, 1 kasus dari Grogol Petamburan, dan 1 kasus dari Kembangan.

Seluruh pasien terkonfirmasi monkeypox adalah laki-laki usia produktif.

 

Baca juga: Seorang Anak 6 tahun di Flores Alami Gejala Rabies Usai Digigit Anjing, Takut Air dan Udara

 

Sebanyak 71 persen adalah laki-laki berusia 25-29 tahun, sementara 29 persen lainnya berusia 30-39 tahun.

"Dari hasil penelusuran, 6 pasien Monkeypox juga merupakan orang dengan HIV (ODHIV), dan memiliki orientasi biseksual," tutur Maxi.

Saat ini kata Maxi, seluruh pasien sedang menjalani perawatan intensif di ruang isolasi di sejumlah rumah sakit di Jakarta.

 

Baca juga: Bahaya Rabies: Gejala, Penularan, Pencegahan, dan Pengobatan

 

Perawatan akan dilakukan hingga luka mengering dengan sempurna.

Namun, kondisi para pasien tersebut baik dan stabil.

“Untuk kondisinya, semua baik dan stabil. Kita pantau secara ketat dan terus menerus. Saat ini kita juga sedang memonitor pihak-pihak yang melakukan kontak erat dengan pasien,” terang Maxi.

 

Baca juga: 9 Gejala Seseorang Terkena Kolesterol Tinggi

 

Sebagai informasi, kasus cacar monyet pertama diumumkan pada Agustus 2022.

Kasus ini ditemukan di Jakarta pada seorang warga negara Indonesia.

Kasus pertama cacar monyet dialami oleh seorang laki-laki yang baru pulang dari perjalanan luar negeri.

 

Baca juga: Kenali Gejala Asam Urat yang Menyerang Lutut dan Cara Mengatasinya

 

Negara yang dikunjunginya termasuk dalam 89 negara dengan temuan kasus cacar monyet atau monkeypox pada tanggal 8 Agustus 2022.

Temuan kasus terkonfirmasi positif cacar monyet pertama di negara Indonesia ini merupakan temuan dari hasil deteksi dini yang dilakukan pasien.

Seiring berjalannya waktu, ada beberapa orang suspek.

Namun, berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut, puluhan orang suspek itu dinyatakan discharged karena tidak terbukti positif cacar monyet.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved