Bahaya Rabies: Gejala, Penularan, Pencegahan, dan Pengobatan
Rabies merupakan ancaman kesehatan global yang signifikan, dengan lebih dari 59.000 kematian yang dilaporkan setiap tahunnya di seluruh dunia.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-anjing-rabies_20180503_150109.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Rabies adalah penyakit menular yang serius dan mematikan yang disebabkan oleh virus rabies.
Penyakit ini mempengaruhi sistem saraf pusat manusia dan hewan, dan dapat ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi.
Rabies merupakan ancaman kesehatan global yang signifikan, dengan lebih dari 59.000 kematian yang dilaporkan setiap tahunnya di seluruh dunia.
Dalam artikel ini, Tribun Toraja akan menjelaskan lebih lanjut tentang rabies, termasuk gejala, penyebaran, pencegahan, dan pengobatannya, dengan mengutip beberapa jurnal dan artikel kesehatan terkait.
Gejala Rabies
Rabies memiliki gejala yang bervariasi pada manusia, seperti:
- Perubahan perilaku
- Kebingungan
- Demam
- Sakit kepala
- Kejang
- Kesulitan bernapas
- Kemampuan menelan yang terganggu.
Gejala-gejala ini kemudian berkembang menjadi fase yang lebih parah, termasuk agitasi, delirium, dan paralisis atau kelumpuhan.
Setelah gejala-gejala tersebut muncul, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal.
Baca juga: Dalam 2 Bulan, 3 Warga Toraja Utara Meninggal Akibat Rabies
Penyebaran dan Penularan
Rabies ditularkan melalui kontak langsung dengan saliva hewan yang terinfeksi, terutama melalui gigitan atau cakaran.
Hewan yang paling sering dikaitkan dengan penularan rabies adalah anjing, tetapi kucing, rubah, rakun, dan kelelawar juga dapat menjadi sumber infeksi.