Jumat, 24 April 2026

Kesehatan

Bukan Hanya AIDS, Penyuka Sesama Jenis Bisa Kena Cacar Monyet

Lebih lanjut Nadia pun menganjurkan masyarakat untuk menghindari perilaku seks berisiko demi mencegah penularan Monkeypox.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Bukan Hanya AIDS, Penyuka Sesama Jenis Bisa Kena Cacar Monyet
Komps.com
Cacar monyet 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Kasus Monkeypox atau cacar monyet kembali bertambah di Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI kembali melaporkan penambahan kasus baru cacar monyet atau Mpox tersebut.

Ada satu pasien baru teridentifikasi di DKI Jakarta.

Total kasus sejak pertama kali dilaporkan sejak tahun 2022 kini menjadi tiga orang.

Terkait hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menyebut penyebab penyebaran penyakit Monkeypox di Indonesia.

"Penularannya melalui kontak erat terutama hubungan seksual," ujarnya saat dihubungi Tribun, Jumat (20/10).

Lebih lanjut Nadia pun menganjurkan masyarakat untuk menghindari perilaku seks berisiko demi mencegah penularan Monkeypox.

"Yang perlu dilakukan tidak melakukan perilaku seks berisiko," ujarnya.

Di sisi lain, Pakar Ahli kesehatan masyarakat sekaligus epidemiolog Dicky Budiman beberkan kenapa penyakit menular seperti Monkeypox bisa menyebar.

Pertama penyakit menular yang dari luar negeri kerap kali masuk dan tidak terdeteksi.

Sehingga menjadi pemicu terjadinya transmisi penularan secara lokal. Kedua adalah karena contact tracing yang dilakukan tidak memadai.

"Sehingga luput menelusuri kasus kontak yang akhirnya menjadi pemicu penularan berikutnya. Ini yang menyebabkan terjadinya satu transmisi lokal di setiap penyakit menular," kata Dicky.

Artinya lanjut Dicky terjadi penularan yang silent, atau penularan tidak terdeteksi. Ditambah lagi karakter penularan penyakit monkeypox mirip dengan pola penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Karena mengarah terjadi pada kelompok yang cenderung tertutup.

"Dalam kaitan ini umumnya di kelompok gay, penyuka sesama jenis dengan perilaku berisiko tinggi. Antara lain gonta-ganti pasangan, seks tidak aman dan sebagainya," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved