COVID19
Kemenkes: Gejala Covid-19 Varian Eris Hampir Sama, Apa Saja?
Meski demikian, adanya mutasi Covid-19 yang merupakan subvarian dari Omicron bernama EG.5 atau Eris ini tidak membuat kasus Covid-19 di Indonesia...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Kasus-Covid-19.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi membenarkan bahwa varian Covid-19 baru Eris sudah muncul di Indonesia sejak beberapa bulan lalu.
Meski demikian, adanya mutasi Covid-19 yang merupakan subvarian dari Omicron bernama EG.5 atau Eris ini tidak membuat kasus Covid-19 di Indonesia melonjak drastis.
"Varian Eris sebenarnya termasuk varian xbb 1.9. Waktu itu xbb 1.9 subvarian omicron. Lalu perubahan nama jadi varian eris, varian EG.5."
"EG.5 sudah ditemukan di Indonesia bulan Maret, ada penambahan kasus di Juni dan Juli. Ada tren peningkatan varian walaupun kalau kita lihat belum mendominasi daripada subvarian yang beredar di Indonesia," kata Siti Nadia dikutip dari Kompas TV, Rabu (9/8/2023).
Baca juga: Bakal Berbayar Mulai Tahun Depan, Ini Kelompok yang Tetap Dapat Vaksin Covid-19 Gratis
Ia juga menyebutkan bahwa gejala dari EG.5 adalah batuk pilek, demam, sakit tenggorokan, lemas dan nyeri otot.
Meski begitu, Siti Nadia menjelaskan EG.5 tidak menimbulkan fatalitas tinggi, artinya resiko kematian dari EG.5 sangat rendah.
Baca juga: Virus Covid-19 Varian Eris Muncul di Indonesia, Seperti Apa Gejalanya?
"Hal ini sejalan dengan apa yang ditemukan WHO, bahwa varian Eris mekiliki sifat memang lebih cepat menular daripada subvarian omicron lain. Tetapi tidak menimbulkan fatalitas tinggi."
"Artinya sakit berat atau kematian resikonya sangat rendah pada Eris. Tapo ada kecenderungan menetralkan antibodi jadi vaksinasi bisa turun kekebalannya ketika berhadapan dengan Eris. Makanya orang cenderung mudah sakit dan cepat tertular," jelasnya.
Baca juga: Virus Covid-19 Varian Eris Sudah Masuk Indonesia, Kemenkes: Tak Perlu Panik, Tetap Waspada