COVID19
Virus Covid-19 Varian Eris Muncul di Indonesia, Seperti Apa Gejalanya?
Varian ini juga menyebar luas di Inggris. Eris menjadi varian Covid-19 kedua terbanyak di Inggris, setelah Arcturus, subvarian Omicron.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Darurat-Covid-19-dicabut.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, mengungkapkan bahwa varian baru Covid-19 bernama EG 5.1 atau Eris sudah lama masuk di Indonesia.
Dicky mengatakan bahwa sampel pertama varian baru Covid-19 Eris ini sudah ada di Jakarta pada Maret 2023.
Saat ini, varian EG 5.1 sudah meluas ke 36 negara.
“Ternyata bahwa EG varian ini pertama kali terdeteksi di Indonesia, kalau tidak salah tanggal 9 Maret. Dan ini terdeteksi dalam data global,” kata Dicky, Minggu (6/8/2023) dikutip Kompas.com.
Varian ini juga menyebar luas di Inggris.
Eris menjadi varian Covid-19 kedua terbanyak di Inggris, setelah Arcturus, subvarian Omicron.
Diperkirakan hampir 200.000 kasus pada Juli lalu.
Baca juga: Virus Covid-19 Varian Eris Sudah Masuk Indonesia, Kemenkes: Tak Perlu Panik, Tetap Waspada
Gejala Varian Eris
Melansir Standar.co.uk, beberapa gejala yang muncul ketika seseorang terpapar varian baru Covid-19 Eris, di antaranya:
- Pilek
- Sakit kepala
- Kelelahan (ringan atau berat)
- Bersin
- Sakit tenggorokan
Baca juga: Bakal Berbayar Mulai Tahun Depan, Ini Kelompok yang Tetap Dapat Vaksin Covid-19 Gratis
Sementara itu, The Zoe Health Study melaporkan gejala yang lebih banyak dari varian Eris ini, di antaranya:
- Sakit tenggorokan
- Pilek
- Hidung tersumbat
- Bersin
- Batuk berdahak atau tanpa dahak
- Sakit kepala
- Suara serak
- Sakit atau nyeri otot
- Indra penciuman yang berubah