Setsubun, Tradisi Unik Masyarakat Sambut Musim Semi di Jepang
Setsubun biasanya dirayakan pada tanggal 3 Februari, untuk menandai hari pertama musim semi pada tanggal 4 Februari.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/festival-setsubun-musim-semi-jepang-2332023.jpg)
Dalam tradisi ini, orang Jepang juga akan makan kacang yang melambangkan keberuntungan itu.
Setiap anggota keluarga makan kacang dalam jumlah yang sama dengan usianya dan di beberapa daerah, kacang memberi tambahan keberuntungan.
Di kuil, para pemimpin, bahkan selebritis akan melemparkan sebungkus kacang ke kerumunan yang berkumpul untuk merayakan tradisi tersebut.
Baca juga: Karena Racikan PT Toarco Jaya, Masyarakat Jepang Mulai Beralih Jadi Penikmat Kopi
Selain makan kacang kedelai, makanan utama Setsubun adalah sushi ehomaki, yang artinya 'roti gulung keberuntungan'.
Gulungan nasi ini berisi tujuh bahan yang mewakili Tujuh Dewa Keberuntungan.
Jika Anda membuat sendiri hidangan ini, maka bisa memilih isiannya sesuai bahan yang Anda suka.
Baca juga: Mengenal Tradisi Maktambak, Cara Petani Toraja Merontokkan Padi dari Batang
Biasanya, kita makan sushi dengan cara diiris, tapi hal itu tidak berlaku saat makan ehomaki. Soalnya, kalau Anda memotong ehomaki, dipercaya Anda akan bernasib buruk.
Setiap orang makan satu ehomaki utuh, dalam diam, sambil menghadap ke arah keberuntungan untuk tahun itu yang ditentukan menurut zodiak.
Setsubun bisa dilakukan di rumah atau di kuil. Jika Anda melakukannya di rumah, ada beberapa langkah yang harus diikuti.
Baca juga: Mengenal Tradisi To Merok, Kerbau tidak Disembelih tapi Ditombak
Namun, Anda juga bisa merayakan Setsubun di kuil.
Di Tokyo, ada Kuil Sensoji yang berlokasi di Asakusa dan Kuil Zozoji dekat Menara Tokyo.
(*)