Jumat, 24 April 2026

Pesona dan Keunikan Masjid Ridha Allah, Bukti Kerukunan Umat Beragama di Toraja

Masjid Ridha Allah didirikan pada tahun 1964 dan telah melalui tiga kali renovasi sebelum akhirnya dibangun secara menyeluruh pada 2020 kemarin.

Tayang:
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Pesona dan Keunikan Masjid Ridha Allah, Bukti Kerukunan Umat Beragama di Toraja
TribunToraja/Rifki
Masjid Ridha Allah yang terletak di Bala Batu, Buntao' Rantebua, Tokesan, Kecamatan Sangalla Selatan, Kabupaten Tana Toraja memiliki keunikan tersendiri dan menjadi simbol kerukunan umat beragama di Toraja. 

“Seringkali juga disebut sebagai Masjid Satu Jamaah atau Masjid Musafir, karena jamaah tetapnya hanya satu, yakni adik kandung saya, Ahmad Sampeangin Baturante. Selebihnya, pemanfaatannya hanya dilakukan oleh para musafir. Jadi tidak ada ibadah Jumat dan adzan dilakukan sendiri-sendiri,” terang Nurdin.

Islam memang sebuah minoritas di Toraja. Untuk Tator sendiri, hanya sekitar 48. 789 dari keseluruhan penduduknya yang Muslim. Terlebih di kampung Nurdin, masyarakat Muslimnya tidak tinggal dalam satu lingkup.

Kendati demikian, Nurdin selalu berharap agar pemanfaatan Masjid Ridha Allah yang merupakan warisan dari ayahnya terus dilakukan.

Nurdin mengimbau Kemenag Tator untuk memberi perhatian khusus Masjid Ridha Allah sekaligus membawa orang-orang untuk melaksakanan ibadah Jumat, sekurang-kurangnya sekali sebulan.

Selain itu, Nurdin juga terbuka agar pemanfaatan Masjid Ridha Allah digunakan sebagai tempat berkunjung wisata religi orang-orang yang datang ke Toraja karena keunikan dan representasi luar biasa yang dimiliki masjid ini.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved