Sabtu, 11 April 2026

Pesona dan Keunikan Masjid Ridha Allah, Bukti Kerukunan Umat Beragama di Toraja

Masjid Ridha Allah didirikan pada tahun 1964 dan telah melalui tiga kali renovasi sebelum akhirnya dibangun secara menyeluruh pada 2020 kemarin.

Tayang:
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Pesona dan Keunikan Masjid Ridha Allah, Bukti Kerukunan Umat Beragama di Toraja
TribunToraja/Rifki
Masjid Ridha Allah yang terletak di Bala Batu, Buntao' Rantebua, Tokesan, Kecamatan Sangalla Selatan, Kabupaten Tana Toraja memiliki keunikan tersendiri dan menjadi simbol kerukunan umat beragama di Toraja. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Siapa yang menyangka, jauh di pelosok Toraja terdapat sebuah masjid yang megah sekaligus menjadi simbol kerukunan umat beragama.

Itu adalah Masjid Ridha Allah.

Masjid ini berlokasi di Bala Batu, Buntao' Rantebua, Tokesan, Kecamatan Sangalla Selatan, Kabupaten Tana Toraja (Tator).

Masjid Ridha Allah didirikan pada tahun 1964 dan telah melalui tiga kali renovasi sebelum akhirnya dibangun secara menyeluruh pada 2020 kemarin.

Masjid Ridha Allah merupakan warisan dari ayah Nurdin Baturante, yakni Karare Baturante yang dulunya merupakan seorang pemangku adat setempat dan pemeluk ajaran Aluk Todolo sebelum memeluk agama Islam.

Masjid Ridha Allah memiliki keunikan tersendiri. Pasalnya, letaknya berada persis di dalam lingkup tongkonan dan dikelilingi oleh hamparan sawah dan pegunungan.

Nurdin Baturante yang merupakan seorang tokoh keagamaan Sulsel dan lahir di Toraja mengatakan, rumah ibadah ini satu-satunya masjid yang berada di lingkup tongkonan.

“Saya sudah bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementrian Agama (Kemenag) Tator selama 15 tahun sejak 1980-1995, waktu itu bahkan belum ada pemekaran. Saya sudah mengelilingi Toraja dan tidak ada satupun masjid yang berada dalam lingkup tongkonan, kecuali masjid ini,” ujar Nurdin kepada TribunToraja.com, Sabtu (18/3/2023).

Karena Masjid Ridha Allah berada persis dalam lingkup tongkonan, beberapa orang juga menamakannya sebagai Masjid Tongkonan.

“Beberapa yang datang ke masjid ini menamakannya sebagai Masjid Tongkonan. Cuma karena tongkonan di Toraja itu milik bersama, tongkonan ini ekslusif untuk umat Muslim karena merupakan sebuah tempat ibadah orang Islam,” imbuh Nurdin.

Perlu diketahui, tongkonan sendiri merupakan rumah adat masyarakat Toraja yang berfungsi sebagai rumah tinggal, kegiatan sosial, upacara adat, serta membina kekerabatan.

Sebelum masuknya Injil ke Toraja pada 1913, tongkonan akrab digunakan oleh masyarakat yang menganut kepercayaan Aluk Todolo.

Bangunan Masjid Ridha Allah sendiri sarat akan simbol-simbol yang kerab kali digunakan masyarakat Toraja.

Bagian depan atapnya dipenuhi oleh simbol-simbol mulai dari ayam sebagai lambang keadilan, Tondok Lepongan Bulan Tana Matarik Allo sebagai lambang pemerintahan, kerbau sebagai lambang kemakmuran, naga, keris, dan simbol-simbol khas Toraja lainnya.

Keunikan lainnya yang dimiliki oleh Masjid Ridha Allah yakni, tidak adanya ibadah Jumat dan adzan lima waktu hanya dilakukan secara individu dikarenakan masjid ini hanya memiliki satu jamaah tetap.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved