Jumat, 22 Mei 2026

100 Tahun NU

Satu Abad Nahdlatul Ulama: Pendiri, Lahir, dan Sejarah NU

Organisasi NU ini didirikan oleh KH. Hasyim Asy'ari pada 31 Januari 1926 atau bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H, di Surabaya, Jawa Timur.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Satu Abad Nahdlatul Ulama: Pendiri, Lahir, dan Sejarah NU
PBNU
Logo 1 Abad Hari Lahir Nahdlatul Ulama. 

Kedua kelompok tersebut mendukung Syarekat Islam karena organisasi tersebut tidak bergerak di bidang keagamaan dan berfokus pada politik.

 

Acara Dzikir, Doa, dan Syukuran memperingati 100 Tahun menyambut 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) di Masjid Besar Rantepao, Selasa (31/1/2023).
Acara Dzikir, Doa, dan Syukuran memperingati 100 Tahun menyambut 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) di Masjid Besar Rantepao, Selasa (31/1/2023). (Freedy Samuel Tuerah)

 

NU Toraja Utara: Jaga Toleransi dan Perdamaian

Menyambut 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Cabang NU (PCNU) Toraja Utara menggelar acara Dzikir, Doa, dan Syukuran di Masjid Besar Rantepao, Jl Kostan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Selasa (31/01/2023) malam Wita.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolres Toraja Utara, AKBP Eko Suroso dan Dandim 1414 Tana Toraja, Kol Inf Monfi Ade Chandra.

"Merawat Jagad Membangun Peradaban" menjadi tema peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 100 Tahun (1 Abad).

Pengurus Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Besar Rantepao sekaligus pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Toraja Utara, H Bumbun Pakata mengatakan bahwa pesan damai dan menjaga toleransi ini sangat penting.

"Kita harus menjaga perdamaian dan menjaga toleransi. Sangat penting meneladani para Ulama, itu adalah nafas murni dari NU," ujar H Bumbun dalam kata sambutannya, Selasa (31/1/2023).

Dalam rangkaian kegiatan Dzikir, Doa dan Syukuran yang digelar tersebut dilakukan Pembacaan ayat suci Alqur'an.

Selanjutnya Laporan Ketua Panitia, Sambutan Pimpinan Cabang NU Kabupaten Toraja Utara, kemudian Dzikir yang dirangkaikan dengan Doa dan Syukuran serta Penampilan Kelompok Rebana menjadi penutup acara malam itu.

Turut hadir Asisten 3 Bupati Toraja Utara Semuel Sampe Rompon mewakili Bupati Toraja Utara.

 

Kapolres Toraja Utara, AKBP Eko Suroso; Dandim 1414 Tana Toraja, Kol Inf Monfi Ade Chandra; dan Asisten III Bupati Toraja Utara, Semuel Sampe Rompon mewakili Bupati Toraja Utara turut menghadiri acara Dzikir, Doa, dan Syukuran memperingati 100 Tahun menyambut 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) di Masjid Besar Rantepao, Selasa (31/1/2023).
Kapolres Toraja Utara, AKBP Eko Suroso; Dandim 1414 Tana Toraja, Kol Inf Monfi Ade Chandra; dan Asisten III Bupati Toraja Utara, Semuel Sampe Rompon mewakili Bupati Toraja Utara turut menghadiri acara Dzikir, Doa, dan Syukuran memperingati 100 Tahun menyambut 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) di Masjid Besar Rantepao, Selasa (31/1/2023). (Freedy Samuel Tuerah)

 

Kapolres Toraja Utara, AKBP Eko Suroso menyampaikan, Nahdlatul Ulama (NU) sudah mencapai level peradaban dunia, maka ini menjadi tantangan bagi warga NU untuk berbenah dan maju sesuai dengan tema besar Harlah NU.

“Dengan konsep Trilogi Ukhuwwah yaitu Persaudaraan Keislaman (Ukhuwwah Islâmiyah), Persaudaraan Kebangsaan (Ukhuwwah wathaniyah), dan Persaudaraan Kemanusiaan (Ukhuwwah Basyariah/Insâniyah), NU akan terus mendorong Islam yang maju bangsa yang unggul, dan dunia yang aman untuk semua orang,” ujarnya.

Ia berharap, semoga Syiar NU berkonsep Trilogi Ukhuwwah semakin menggema di mana-mana menyebarkan paham Ahlussunnah Wal Jamaah.

Dengan mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamin yang terus mengokohkan persatuan dan kesatuan warga Nahdliyin demi keutuhan NKRI.

”Juga mempersiapkan generasi milenial teknologi dan tidak lari dari nilai-nilai Aswaja, serta penguatan kaderisasi Banom mulai dari ranting, sehingga dapat mencegah munculnya paham-paham radikalisme,” tutupnya.

(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved