Kamis, 16 April 2026

DPD Partai Nasdem Toraja Utara Sebut Isu Merger dengan Gerindra Opini Sesat

Laporan itu memicu reaksi keras dari kader Partai NasDem di berbagai daerah.

Tayang:
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto DPD Partai Nasdem Toraja Utara Sebut Isu Merger dengan Gerindra Opini Sesat
Tribun Toraja/Muhammad Rifki
BANTAH ISU - Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang (tengah) dan sejumlah kader Partai Nasdem dalam suatu acara beberapa waktu lalu. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai NasDem Toraja Utara membantah isu yang menyebut adanya rencana penggabungan (merger) antara Partai NasDem dan Partai Gerindra. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai NasDem Toraja Utara membantah isu yang menyebut adanya rencana penggabungan (merger) antara Partai NasDem dan Partai Gerindra.

Isu tersebut mencuat setelah Majalah Tempo menurunkan laporan utama berjudul “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk”, yang mengulas spekulasi politik pascapertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden terpilih Prabowo Subianto di Hambalang pada Februari 2026.

Laporan itu memicu reaksi keras dari kader Partai NasDem di berbagai daerah.

Sejumlah kader bahkan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap pemberitaan yang dinilai tidak berimbang dan menyesatkan.

Menindaklanjuti hal tersebut, kader Partai NasDem di Sulawesi Selatan melakukan konsolidasi sebagai langkah politik dan moral untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.

Ketua DPD Partai NasDem Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, melalui Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Johan Darise, menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dibangun di atas narasi yang menyesatkan.

“Ini bukan sekadar kritik, tetapi sudah mengarah pada penghakiman sepihak yang tidak berbasis fakta utuh, serta membangun persepsi bahwa politik semata transaksi kekuasaan,” ujar Johan di Kantor NasDem Toraja Utara, Jalan Monginsidi, Rantepao, Rabu (15/4/2026).

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada keputusan resmi maupun agenda partai terkait rencana merger dengan partai politik lain, termasuk Gerindra.

Pertemuan antar elite politik, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam dinamika demokrasi dan tidak dapat diartikan sebagai langkah penggabungan partai.

DPD Partai NasDem Toraja Utara juga menyatakan sikap menolak framing pemberitaan yang dinilai tidak proporsional dan berpotensi merusak citra partai di mata publik.

Menurut Johan, narasi yang berkembang telah membentuk opini publik secara tidak seimbang dan berisiko menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik.

Meski demikian, Partai NasDem menegaskan tetap terbuka terhadap kritik dan masukan.

Namun, kritik tersebut diharapkan disampaikan secara objektif, berbasis data, dan tidak mengarah pada manipulasi persepsi.

“Kami tidak anti kritik, tetapi menolak segala bentuk informasi yang tidak utuh dan berpotensi merusak marwah organisasi,” tegasnya.(*)
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved